Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Kadin Soroti Struktur Tenaga Kerja di Sektor Pangan

Jumat 09 Mar 2018 12:48 WIB

Red: Citra Listya Rini

Ketua Kadin Rosan P Roeslani.

Ketua Kadin Rosan P Roeslani.

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Sumbangan sektor pertanian kepada PDB Indonesia relatif kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyoroti struktur tenaga kerja sektor pangan dalam kaitannya dengan produk domestik bruto (PDB) sehingga diharapkan dapat ditemukan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja sektor pangan.

"Sektor pertanian, peternakan dan perikanan juga terbebani oleh banyaknya tenaga kerja di sektor tersebut dan sedikitnya sumbangan pertanian kepada PDB," kata Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/3).

Data BPS per Agustus 2017, menunjukkan dari total tenaga kerjadi Indonesia yang berjumlah 121,02 juta. Dari jumlah tersebut, tenaga kerja di sektor pertanian (di pedesaan) meliputi 35.93 juta orang atau sebesar 29.69 persen, yang merupakan jumlah tenaga kerja terbesar dibanding di sektor-sektor lainnya.

"Kalau dilihat dari struktur PDB dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha, jelas terlihat adanya ketimpangan, dimana pertumbuhan sektor pertanian adalah 3,81 persen dan sumbangan pertanian pada PDB hanya 13,14 persen. Sedangkan pertumbuhaan sektor industri 4,27 persen dan sumbangan sektor industri pada PDB adalah 20.16 persen," ujar Rosan.

Dengan demikian, lanjut Rosan, sumbangan sektor pertanian kepada PDB relatif kecil, sedang jumlah tenaga kerjanya sangat besar. Ia berpendapat, hal itu berdampak kepada tingkat kemiskinan di sektor pertanian tinggi dibanding dengan sektor lainnya.

Untuk itu, kata Rosan, terdapat sejumlah permasalahan utama yang harus mendapatkan perhatian antara lain keterbatasan akses pada lahan, keterbatasan akses pada modal dan pasar, keterbatasan SDM, kelembagaan dan teknologi tepat guna.

"Apabila pemerintah dapat mengatasi persoalan-persoalan dan kendala-kendala yang dihadapi oleh para petani tersebut, niscaya pertumbuhan dan kontribusi sektor pertanian pada stuktur PDB akan dapat ditingkatkan secara signifikan," kata Rosan.

Sejalan dengan itu, ujar Rosan, kemampuan dan ketrampilan SDM terutama di bidang pertanian, peternakan dan perikanan perlu terus ditingkatkan, sehingga produktivitas dan daya belinya semakin meningkat.

Sebagaimana diwartakan, Anggota Komisi V DPR Lalu Gede Syamsul Mujahidin menginginkan berbagai organisasi petani di Tanah Air dapat menguatkan kelembagaan mereka dalam rangka mengajak semakin banyak generasi muda untuk tertarik menjadi petani.

"Penguatan kelembagaan diharapkan mampu menjadi agen strategi dalam membuat program yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kesejahteraan petani," kata Lalu Gede.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA