Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Kisah Anak-Anak yang Dibesarkan ISIS Kembali ke Chechnya

Selasa 06 Mar 2018 12:19 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Ani Nursalikah

Belant Zulgayeva bersama cucu-cucunya di Desa Dachu-Borzoi, di pinggiran Grozny, Rusia. Cucunya sempat tinggal di Irak dan tinggal bersama militan ISIS.

Bilal sedang bermain gim di ponselnya di Grozny, Rusia. Dia ditemukan bersembunyi di ruang bawah tanah bersama ayahnya, seorang petempur ISIS.

Foto:
Anak-anak dibesarkan kakek dan nenek sembari memulihkan trauma perang yang mengerikan

Selain Rusia, Inggris juga mengambil pendekatan serupa, memulangkan perempuan dan anak-anak yang terpaksa harus melihat pertempuran di Suriah. Sejauh ini, Prancis diketahui sudah membawa 66 anak dari ISIS ke rumah asuh. Beberapa telah bergabung dengan keluarga. Beberapa di antara mereka yang sudah dewasa, yang merupakan kombatan, dipenjara.

Diperkirakan, ada 5.000 anggota keluarga rekrutan teroris asing yang kini terdampar di kamp dan panti asuhan di Irak dan suriah. Menurut penulis Children of the Caliphate, Liesbeth van Der Heide, Rusia dan Georgia berada di garis depan dari negara-negara yang membantu pemulangan anggota keluarga.

Seperti yang disampaikan Sabsabi, banyak anak telah terpapar tindakan mengerikan, termasuk mengambil peran dalam video eksekusi. Beberapa di antaranya juga secara tidak langsung mengalami kekerasan melalui indoktrinasi, pelatihan paramiliter dan partisipasi dalam berbagai kejahatan lain tanpa henti.

Salah satu anak yang berhasil dipulangkan adalah Bilal (empat). Anak laki-laki Rusia dengan rambut pirang dan lengan kurus ini menjadi anak pertama yang dikembalikan ke Rusia dari kelompok ISIS. Sang nenek, Rosa Murtazayeva mengatakan Bilal hanya berbicara sedikit tentang kegiatannya di Irak.

Tapi, yang bisa dipastikan, Bilal selalu menempel erat pada ayahnya saat bertahan di ruang bawah tanah di Mosul, kawasan yang dikuasai ISIS selama tiga tahun. "Saya bersama Papa. Tidak ada anak laki-laki lain," ujar Bilal.

Setelah mereka ditangkap, ayahnya lenyap ke penjara Irak. Bilal ditemukan dalam kondisi kurus dan kotor. Kini, kondisi Bilal sudah membaik. Menurut Murtazaveya, cucunya sudah bisa bersosialisasi di taman kanak-kanak dan memiliki banyak teman.

Tapi, kondisi anak-anak yang berhasil dipulangkan dari ISIS tidak semuanya sebaik Bilal. Tidak sedikit di antara mereka yang tetap terdiam setelah beberapa bulan pulang. Sekali pun sudah melewati terapi dan dimanjakan kakek-nenek, mereka tetap tutup mulut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA