Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Jelang Survei BPS, Pemerintah Percepat Bagi Beras Sejahtera

Jumat 02 Mar 2018 19:23 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Nur Aini

Pekerja memeriksa beras sejahtera (rastra) yang akan dibagikan kepada keluarga miskin. (ilustrasi)

Pekerja memeriksa beras sejahtera (rastra) yang akan dibagikan kepada keluarga miskin. (ilustrasi)

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Pembagian rastra ditarget menurunkan jumlah masyarakat miskin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statisik akan segera melakukan Survei Sosial Ekonomi (Susenas) pada Maret 2018. Menjelang survei tersebut Presiden Joko Widodo mulai memantau program pemerintah yang berkaitan dengan bantuan sosial.

Menteri Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, terdapat dua jenis bantuan untuk keluarga yang membutuhkan, yaitu bantuan nontunai dan bantuan tunai dalam bentuk beras sejahtera (rastra). Untuk bantuan nontunai pergerakannya dianggap sudah baik. Khusus untuk rastra, Presiden Jokowi meminta agar bantuan tersebut bisa dipercepat pelaksanaanya.

"Bulan ini Presiden minta di awal, walaupun artinya Bulog harus kalang kabut mengisi karena harus dimasukan dalam kantong-kantong per 10 kilogram," kata Darmin usai rapat di Istana Negara, Jumat (2/3).

Namun, dari pertemuan ini Bulog telah menyanggupi untuk memenuhi kebutuhan tersebut sehingga pertengahan Maret rastra ini bisa segera dibagikan. Harapannya masyarakat bisa menerima bantuan rastra tepat waktu atau lebih cepat dari biasanya.

Darmin menjelaskan, pembagian rastra yang dipercepat diharap bisa menjaga atau bahkan menurunkan jumlah masyarakat miskin. Dengan program rastra, pemerintah berupaya agar angka kemiskinan tidak bertambah.

Pertengahan tahun lalu tepatnya Juli 2017, Presiden Jokowi menemukan hasil survei yang memperlihatkan adanya tingkat kemiskinan yang meningkat. Jokowi pun langsung menginstruksikan Badan Pusat Statistik (BPS) dan para menteri koordinator saling berkoordinasi jelang survei.

Dalam hasil surveinya, BPS menyebut bahwa keterlambatan penyaluran beras rakyat sejahtera (rastra) mendorong peningkatan garis kemiskinan periode September 2016-Maret 2017. Sehingga, garis kemiskinan meningkat 5,67 persen dibanding periode tahun lalu (Maret 2016-Maret 2017). Sementara itu, penduduk miskin per Maret 2017 tercatat 27,77 juta orang atau sekitar 10,64 persen dari jumlah penduduk.

Kepala Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, untuk bulan ini Bulog bekerja sama dengan Kementerian Sosial berencana menyaluarkan bantuan sosial berupa rastra mencapai 400 ribu ton. 250 ribu ton merupakan keperluan yang dipersiapkan untuk bulan Maret. Sedangkan sisanya diambil dari rastra yang akan dibagikan pada April, kemudian ditarik ke Maret. "Tadi Presiden Izinkan untuk diguyur 400 ribu ton," ujar Djarot.

Baca juga: Presiden Minta Harga Beras Kembali Normal Sebelum Ramadhan

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA