Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Pemkab Bogor Gelar Musrenbang 2019

Rabu 28 Feb 2018 18:10 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Hazliansyah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Bogor selama dua hari, Selasa (27/2) dan Rabu (28/2). Pada hari kedua, Bupati Bogor, Nurhayanti, secara langsung membuka acara di Gedung Tegar Beriman, Komplek Pemkab Bogor.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Bogor selama dua hari, Selasa (27/2) dan Rabu (28/2). Pada hari kedua, Bupati Bogor, Nurhayanti, secara langsung membuka acara di Gedung Tegar Beriman, Komplek Pemkab Bogor.

Foto: dok. Diskominfo Kabupaten Bogor
Mengangkat topik peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Geopark

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Bogor selama dua hari, Selasa (27/2) dan Rabu (28/2). Pada hari kedua, Bupati Bogor, Nurhayanti, secara langsung membuka acara di Gedung Tegar Beriman, Komplek Pemkab Bogor.

Nurhayanti mengatakan, Musrenbang kali ini mengangkat topik peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Geopark.

"Saat ini, diundang seluruh pemangku kepentingan untuk bersama memberikan dukungan terhadap rencana Kabupaten Bogor membangun taman bumi yang disebut Geopark Pongkor," katanya saat membuka Musrenbang.

Melalui Musrenbang ini juga, Nurhayanti berharap, pemangku kepentingan dapat mengenal dan memperoleh informasi terkini tentang rencana pembangunan geopark yang ada di Kecamatan Nanggung, Bogor. Kelak, Geopark Pongkor ditargetkan bisa menjadi bagian dari Global Geopark di bawah UNESCO.

Selain mengenalkan Geopark Pongkor, Nurhayanti juga menyampaikan kemajuan terkait pencapaian Bogor sebagai kabupaten termaju. Saat ini, setidaknya tinggal 16 persen penciri termaju yang harus dikejar' Kabupaten Bogor sampai akhir 2018.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara, pencapaian target penciri termaju tahun 2017 adalah 12 penciri melampaui target, sembilan penciri sesuai target, empat penciri belum mencapai target.

"Semoga dapat diselesaikan pada 2018," ujar Nurhayanti.

Nurhayanti mengakui, pencapaian target tersebut adalah hal yang tidak mudah. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membantu menuntaskan, sehingga memudahkan bagi bupati dan wakil bupati selanjutnya untuk lebih meningkatkan kualitas pelaksanaannya di masa lima tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah, mengatakan Musrenbang RKPD dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan fokus berbeda.

Hari pertama, musyawarah difokuskan pada pembahasan penyempurnaan substansi program/kegiatan rancangan RKPD kabupaten bogor tahun 2019 berdasarkan tahapan-tahapan pelaksanaan Musrenbang tingkat desa/kelurahan, tingkat kecamatan, serta forum perangkat daerah.

Hari kedua, tambah Syarifah, difokuskan untuk membangun sinergi dan sinkronisasi antara pusat, Provinsi Jawa Barat dan provinsi yang berdekatan/berbatasan dengan Kabupaten Bogor. "Serta, menginformasikan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait arah kebijakan khusus pemerintah kabupaten bogor terkait upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Geopark, ujarnya.

Menurut Syarifah, banyak alasan Pemkab Bogor menargetkan Geopark Pongkor menjadi prioritas dalam pembicaraan Musrenbang. Di antaranya, melihat potensi geopark terhadap kemajuan wilayah melalui kegiatan konservasi, edukasi dan kepariwisataan yang berkelanjutan.

Selain itu, Syarifah menambahkan, apabila nanti Geopark Pongkor berhasil ditetapkan sebagai geopark di bawah UNESCO, dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Terutama dari segi pariwisata, di mana warga bisa melakukan aktivitas ekonomi tambahan yang terintegrasi dengan pemerintah, tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA