Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Presiden: Jangan Terus Impor Obat

Selasa 27 Feb 2018 21:19 WIB

Red: Agus Yulianto

Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi yang berIokasi di Cikarang milik PT Kalbio Global Medika (KGM), anak perusahaan PT Kalbe Farma, Selasa (27/2).

Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi yang berIokasi di Cikarang milik PT Kalbio Global Medika (KGM), anak perusahaan PT Kalbe Farma, Selasa (27/2).

Foto: Republika/Debbie Sutrisno
Pabrik itu diharapkan dapat juga memenuhi permintaan domestik maupun ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengingatkan, industri farmasi dalam negeri agar melakukan inovasi produksi obat sendiri. Dengan demikian, Indonesia tidak terus menerus mengimpor obat.

"Jangan sampai kita impor, impor, impor. Marilah bersama-sama kita berpikir untuk investasi di bidang-bidang bahan-bahan yang kita masih impor," kata Presiden Joko Widodo di kawasan industri Delta Silicon, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (27/2).

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu ketika meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi milik PT Kalbio Global Medika (KGM), anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) di Cikarang. "Dan ini yang sering saya sampaikan di mana-mana, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia karena semuanya mendapat pelayanan di bidang kesehatan. Dengan perkembangan sosial dan ekonomi seperti ini, yang namanya bioteknologi menjadi sangat penting," ungkap Presiden.

photo
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K.Lukito (kiri) didampingi Presiden Direktur PT Kalbe Farma Irawati Setiady (tengah) meninjau ruang produksi pabrik obat biosimilar PT Kalbio Global Medika, di kawasan Delta Silikon, Cikarang, Jawa Barat,
Pabrik Kabio tersebut diklaim sebagai pabrik padat teknologi yang pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi robotik untuk mencegah kontaminasi dan meningkatkan produktivitas serta kualitas sterilisasi, seperti teknologi "robotic cell contur", "perfusion bioreactor", "automated choromatograpgy system", "aseptic filling isolator", "automated inspection machine", serta "track and trace system".

"Obat-obat bioteknologi yang molekul besar, seperti obat-obat kanker atau onkologi, permintaan juga sangat banyak dan sangat membludak. Sehingga sudah mendesak bagi kita mengerjakan segera investasi-investasi yang membangun kapasitas industri. Ini penting sekali," kata Presiden.

Baca Juga: Soal Penyakit Gaya Hidup, Ini Kata Presiden

Ia mengaku, cukup senang dengan keberadaan pabrik tersebut karena memproduksi obat dengan kategori obat hasil bioteknologi. "Saya juga mendapatkan laporan bahwa peluang di negara kita di kategori obat bioteknologi sangat terbuka lebar. Jadi saya sangat menyambut baik inisiatif Grup Kalbe untuk membangun pabrik bahan baku obat berbasis biokteknologi dan saya ingin mengajak pelaku industri farmasi untuk terjun di sektor ini, berinvestasi secepat-cepatnya," katanya.

Pabrik itu diharapkan dapat juga memenuhi permintaan domestik maupun ekspor. "Apa yang telah dibangun PT KGM pagi ini betul-betul sebuah lompatan tadi saya diajak ke dalam karena semuanya menggunakan bioteknologi, dikerjakan otomatis dengan mesin-mesin otomasi, ada robotnya dan ini sebuah lompatan dan saya kira investasi-investasi seperti ini yang kita butuhkan, inovasi teknologi," kata Presiden.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA