Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Konsep Baru Trotoar Sudirman, Ada Pohon Hingga Atraksi Seni

Kamis 22 Feb 2018 08:52 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Nur Aini

Pedagang berjualan di trotoar di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Ahad (17/12).

Pedagang berjualan di trotoar di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Ahad (17/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Desain baru trotoar juga mencakup perubahan lajur kendaraan di jalan Sudirman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konsep baru perombakan trotoar di Jalan Sudirman dan MH Thamrin, Jakarta Pusat hampir rampung. Dalam desain yang baru tersebut, di trotoar sepanjang Patung Pemuda Senayan hingga Patung Kuda itu, lajur untuk motor dan bus reguler akan jadi satu.

Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Gamal Sinurat mengatakan, akan ada empat lajur di sepanjang jalan tersebut. Lajur untuk motor yang telah dibolehkan kembali melintas di sepanjang jalan tersebut akan menjadi satu dengan lajur bus reguler.

Lajur kedua jenis kendaraan ini hanya dipisah dengan marka biasa. Penegakan hukum di lapangan akan diperketat dengan penilangan di tempat jika ada yang melanggar marka. "Pembatasnya marka biasa. Tinggal law enforcement (penegakan hukum) saja," kata Gamal, Rabu (21/2).

Sementara untuk Bus Transjakarta, akan tetap berada pada lajur khususnya. Dia mengatakan, tidak ada jalur cepat atau lambat dalam desain baru. Semuanya digabung. Pembatas jalan di tengah yang ada pohonnya akan dihilangkan. Namun, pepohonan semua yang ada di tengah akan dipindah ke trotoar. Artinya, pepohonan yang ada di jalan tersebut jumlahnya tidak berkurang.

Selain itu, dalam rancangan yang hampir rampung ini akan ada titik-titik tertentu dengan desain khusus yang mengakomodasi aktivitas seni dan budaya. Ia menyebut akan ada titik-titik di sepanjang jalan itu yang memungkinkan digunakan untuk hal-hal terkait dengan kesenian dan kebudayaan.

"Didesain sedemikian rupa untuk ditempatkan benda-benda seni dan budaya, (juga) kegiatan seni budaya skala kecil seperti tari-tarian," kata dia.

Terkait lebar trotoar, Gamal mengatakan, akan bervariasi tergantung kondisi yang ada sekarang. Rata-rata lebar trotoar antara 10 hingga 12 meter. Pengerjaan trotoar dari Patung Pemuda Senayan hingga Patung Kuda ini rencanannya akan dimulai akhir Februari. "Tapi prioritas sampai ke Jembatan Casablanca, Karet dulu," ujar dia.

Menurutnya, prioritas pengerjaan dilakukan sampai Jembatan Casablanca lantaran mengejar waktu pelaksanaan Asian Games Agustus mendatang. Sehingga saat acara besar itu dimulai, lalu lintas sudah tak terganggu. Target pekerjaan selesai di atas 80 persen saat Asian Games dimulai. Kalau belum selesai, kata dia, setidaknya pengerjaan sudah dilakukan di trotoar sehingga tak mengganggu lalu lintas kendaraan.

Pemprov DKI segera menyosialisasikan konsep penataan yang sempat dirombak Anies Baswedan-Sandiaga Uno usai resmi menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI dari konsep awal era Djarot Saiful Hidayat. Gubernur Anies Baswedan mengatakan, sosialisasi konsep penataan yang baru itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Yang jelas akan lebih membuat orang bisa berinteraksi, warga bisa merasakan ini sebagai sebuah kota yang ramah bagi pejalan kaki, kota orang yang bekerja, berlalu lintas, dan berjalan semuanya terfasilitasi dengan baik," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA