Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Puluhan Warga Masih Mengungsi di Tanggul Sungai Citanduy

Ahad 18 Feb 2018 11:00 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Sejumlah warga melintasi banjir Di desa Mertasinga, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng.

[ilustrasi] Sejumlah warga melintasi banjir Di desa Mertasinga, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng.

Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Banjir Cilacap juga meluapkan kolam budidaya ikan warga.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Menyusul bencana banjir yang terjadi di Desa Cilongkrang dan Tarisi Kecamatan Wanareja, Cilacap, sebanyak 22 jiwa dari sekitar 10 keluarga masih tinggal di pengungsian darurat yang didirikan di atas tanggul Sungai Citanduy. Hal ini karena rumah mereka masih tergenang air, meski pun sudah berangsur-angsur surut.

''Sebelumnya, ada 98 KK yang mengungsi. Namun sebagian sudah pulang kembali ke rumahnya karena banjir di rumahnya sudah surut. Sedangkan warga yang masih mengungsi, karena rumahnya memang masih tergenang air,'' jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Martono, Ahad (18/2).

Martono menyebutkan, warga yang masih mengungsi merupakan warga Dusun Cijaronjo Desa Tarisi. Mereka mengungsi sejak berlangsung banjir pada Senin (12/2). ''Ketinggian air di rumah warga yang mengungsi masih sekitar 10-45 cm,'' jelasnya.

Tempat pengungsian yang didirikan, berupa tenda ini berdinding terpal dan beratap seng yang dibuat oleh warga. Dari pantaun, setidaknya ada lima tenda darurat yang berdiri di atas tanggul tersebut.

Martono mengatakan, BPBD saat ini masih terus menyalurkan bantuan bagi pengungsi yang masih bertahan di tanggul. Bantuan yang diberikan, antara lain pembuatan tenda darurat, suplay air bersih dan permakanan. ''Bantuan kesehatan juga sudah kita upayakan bersama instansi terkait,'' jelas dia.

Dia menyebutkan, banjir di Desa Cilongkrang dan Tarisi ini terjadi karena gorong-gorong pembuangan air dari areal perkebunan ambruk dan menyumbat aliran air. Akibatnya, air yang seharusnya dialirkan menuju Sungai Cibeureum, kemudian menggenangi kedua desa tersebut.

Menurutnya, untuk melakukan perbaikan saluran air, pihaknya mendorong peran pihak lain untuk ikut mengatasi. Bila tidak segera ditangani dan terjadi hujan deras lagi, maka wilayah kedua desa tersebut dipastikan akan mengalami banjir susulan.

''Langkah penanganan harus melibatkan lintas sektoral, tidak bisa hanya ditangani Pemkab Cilacap,'' jelasnya. Terutama dengan Balai Pengawasan Wilayah Sungai (BWWS) Citanduy.

Sebelumnya, banjir yang terjadi di kedua desa ini juga dilaporkan telah menyebabkan ratusan kolam budidaya ikan milik warga tergenang air. Puluhan ton ikan yang diperkirakan lepas, sehingga petani ikan diperkirkan mengalami jutaan rupiah.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA