Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Polisi Tangkap Muncikari yang Sedang Layani Tamu

Sabtu 10 Feb 2018 20:40 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Praktik prostitusi.   (ilustrasi)

Praktik prostitusi. (ilustrasi)

Foto: EPA/Ennio Leanza
Perempuan berusia 24 tahun itu digerebek di sebuah kamar hotel kawasan Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menangkap seorang muncikari berinisial FT, asal Surakarta, Jawa Tengah, yang menjalankan bisnis prostitusi di Surabaya.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Polisi Ruth Yeni saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu mengatakan perempuan berusia 24 tahun itu digerebek di sebuah kamar hotel kawasan Surabaya Pusat.

Dalam pengerebekan itu, FT tampak turut melayani seorang tamu lelaki, bersama seorang perempuan berusia 33 tahun berinisial RDK yang dijualnya.

Menurut Yeni, perempuan yang dijajakan FT itu juga berasal dari Surakarta. Polisi mengungkap FT yang diketahui mengajak RDK ke Surabaya pada Rabu (7/2) malam, yang langsung menginap di hotel kawasan Surabaya Pusat itu.

Selanjutnya FT memasang iklan dengan cara broadcast melalui media sosial yang menawarkan layanan threesome seharga Rp1 juta sekali kencan. Salah satunya dengan menampilkan foto RDK.

 

Pengakuan FT kepada polisi, dari besaran tarif tersebut, dia mengambil keuntungan sebanyak 70 persen, sedangkan sisanya diberikan kepada RDK. FT berdalih mengambil bagian sebesar 70 persen, salah satunya untuk mengganti biaya hotel.

FT juga mengaku baru melayani tamu sebanyak dua kali semenjak tiba di Surabaya, yang salah satunya langsung digerebek polisi. "Kami langsung bergerak melakukan penggerebekan setelah mendapat informasi bahwa di salah satu kamar hotel itu terdapat dugaan tindak pidana perdagangan orang," ucap Ruth.

Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaraya uang tunai sebesar Rp450 ribu, tanda terima menginap atau bill hotel, dua kontrasepsi pria dan satu unit telepon seluler.

Dalam perkara ini, polisi hanya menetapkan FT sebagai tersangka, sedangkan dua orang lainnya yang turut digerebek di dalam kamar hotel disebut sebagai korban.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA