Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Sheikh Qatar Hubungi Pemimpin Hamas Bahas Gaza

Jumat 09 Feb 2018 15:23 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Agus Yulianto

  Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh melambaikan tangan kepada puluhan warga Gaza (Ilustrasi)

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyeh melambaikan tangan kepada puluhan warga Gaza (Ilustrasi)

Qatar akan mempertahankan dukungan jangka panjangnya untuk rakyat Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, melakukan pembicaraan via telepon dengan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Pada kesempatan itu, Sheikh Tamim menegaskan, akan selalu mendukung dan membantu rakyat Palestina.

Dilaporkan Qatari News Agency (QNA), Kamis (8/2) ,dalam pembicaraan dengan Sheikh Tamim, Haniyeh menceritakan, tentang krisis yang hingga saat ini membekap Jalur Gaza. "Kondisi kritis kemanusiaan yang dihadapi rakyat Gaza akibat pengepungan wilayah yang masih berlanjut dan kekurangan bahan bakar yang diakibatkannya," kata Haniyeh.

Sheikh Tamim pun berjanji pada Haniyeh bahwa Qatar akan mempertahankan dukungan jangka panjangnya untuk rakyat Palestina. Terutama dalam hal pembangunan kembali infrstruktur di Jalur Gaza yang diblokade.

Haniyeh sangat menghargai dan mengapresiasi komitmen Sheikh Tamim. "Kami mengucapkan terima kasih atas nama rakyat Gaza atas dukungan Qatar yang terus berlanjut untuk kepentingan Palestina," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Qatar telah melakukan banyak proyek rekonstruksi di Jalur Gaza. Doha diketahui telah membantu rakyat Gaza dengan membangunkan jalan dan rumah sakit untuk mereka.

Menurut PBB, krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza merupakan salah satu yang terburuk di dunia. Sekitar dua juta rakyatnya harus hidup kesulitan karena minimnya akses kesehatan dan pasokan listrik.

Rakyat Gaza dilaporkan hanya menikmati pasokan listrik selama tiga jam dalam sehari. Listrik ini pun bukan berasal dari pembangkit milik warga Gaza, melainkan pasokan dari Israel, yang selama beberapa tahun terkahir memblokade wilayah tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA