Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Pola Kemitraan Dorong Pemerataan Kesejahteraan

Senin 05 Feb 2018 21:07 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memamerkan sepatu hasil produksi pengusaha lokal dalam acara Temu Usaha Wirausaha Pemula, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Kamis (6/4).

Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga memamerkan sepatu hasil produksi pengusaha lokal dalam acara Temu Usaha Wirausaha Pemula, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Kamis (6/4).

Foto: Republika/Halimatus Sa'diyah
PINBAS MUI, Garuda Food, Perhutani dan petani melakukan kemitraan tanam kacang tanah

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menilai pola kemitraan sebagai model yang bisa mewujudkan program Presiden Jokowi untuk pemerataan kesejahteraan rakyat. Hal ini terkait Panen perdana di atas lahan seluas 6,5 ha yang merupakan kemitraan antara PINBAS MUI, Garuda Food, Perhutani dengan  petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

 

"Pertumbuhan ekonomi itu tidak hanya pertumbuhan untuk segelintir orang,  tapi bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Salah satu jawabnya melalui program kemitraan ini," kata Puspayoga usai panen perdana kacang tanah berdasarkan rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (5/2).

 

Menteri mengatakan model ini memberikan keuntungan siginifikan bagi petani. Dalam satu hektare lahan kacang tanah,  dapat  menghasilkan pendapatan Rp 18 juta tiap panen, sedangkan biaya produksi hanya Rp 4 juta. 

 

"Artinya,  dari tiap hektare keuntungan petani Rp14 juta.  Kalau satu hektare dikelola 1 KK,  pendapatannya lumayan besar. Model ini harus dikawal terus agar bisa berhasil," lanjut Puspayoga.  

 

Menteri Puspayoga meminta agar petani membentuk koperasi agar lebih memudahkan petani melakukan kegiatannya mulai dari pengadaan bibit,  pembelian pupuk dan pemasaran. 

 

Komisaris Garuda Food Group Hartono Atmadja mengatakan pihaknya sangat bangga bisa bermitra dengan para kelompok petani kacang tanah dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Dia menegaskan program kemitraan akan terus dijalankan sesuai dengan misi perusahaan untuk memberi makna bagi masyarakat. 

 

Syafii Latuconsina, PIC PINBAS untuk pemberdayaan ekonomi umat berbasis pertanian, mengatakan  kerjasama dengan petani dilakukan oleh MUI secara nasional. Khusus di Bojonegoro,  pemberdayaan melalui pertanian kacang tanah. 

 

Disebutkan lebih dari 8000 petani yang tergabung dalam LMDH akan menanami 2.200 hektare tanah milik Perhutani.  Adapun Garuda Food menjamin pembelian hasil panen dengan harga yang telah disepakati, sekitar Rp 5400/kg. "Dengan jaminan harga yang disepakati, petani mendapatkan harga terbaik," kata Syafii.  

 

Menurutnya kemitraan ini berhasil mengangkat pendapatan petani. PINBAS bertindak  memberikan pendampingan cara bertani yang benar sehingga produksi meningkat,  rata-rata 3-4 ton per hektare.  PINBAS juga memberikan bantuan kredit modal kerja untuk mendukung petani tidak berhenti menanam dengan alasan tidak punya modal.  

 

Panen perdana kacang tanah merupakan  tindak lanjut Kongres Ekonomi Umat, MUI melalui Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) MUI dan KSP menggandeng PT Perhutani dan Garuda Food meluncurkan Program baru yaitu AGRIKANAS (Agribisnis Kacang Nasional) di Bojonegoro, Jawa Timur.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA