Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Tuesday, 25 Rabiul Akhir 1443 / 30 November 2021

Upaya Dindik Jatim Cegah Kekerasan di Sekolah

Jumat 02 Feb 2018 18:14 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Hazliansyah

Garis polisi.   (ilustrasi)

Garis polisi. (ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Yakni dengan memberi pembinaan kepala sekolah dan guru untuk hadirkan kondusivitas

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman akan melakukan upaya-upaya guna menghindari kembali terjadi kekerasan di sekolah. Salah satu yang akan dilakukannya adalah dengan memberi pembinaan kepada kepala sekolah dan guru-guru di Jatim, untuk bisa menghadirkan kondusivitas di lingkungan sekolah.

"Ya otomatis pembinaaan kepada para kepala sekolah, kepada guru-gurunya bahwa kita berharap sekolah-sekolah di Jatim itu, baik negeri maupun swasta tetap kondusif. Proses belajar mengajar kondusif," kata Saiful saat memberikan keterangan pers di Kantor Dinas Pendidikan Jatim, Jalan Gentengkali Nomor 33, Surabaya, Jumat (2/2).

Para guru dan kepala sekolah juga nantinya diarahkan untuk sering menjalin komunukasi dengan para orang tua siswa. Jika selama ini pertemuan hanya dilakukan untuk membahas akademis dan bayaran-bayaran di sekolah, nantinya komunikasi yang dibangun juga diarahkan untuk bersama-sama menciptakan keamanan.

"Terhadap orang tua harus ada kerja sama dan harapan kita juga mungkin setelah ini sekolah-sekolah mengadakan pertemuan dengan para orang tua siswa. Selama ini kan yang diurusi akademis, SPP atau mungkin bayar mahal dan lainnya, tapi tidak pernah dibahas masalah keamanannya guru maupun siswa," ujar Saiful.

(baca: Siswa Pemukul Guru Hingga Tewas Punya Catatan Buruk)

Saiful juga mengaku, saat ini sekolah-sekolah di Jatim hampir seluruhnya sudah dipasangi kamera CCTV. Tetapi, kamera CCTV tersebut selama ini hanya dipasang di kelas-kelas. Nantinya, Saiful berharap CCTV juga bisa dipasang tempat-tempat yang selama ini kurang terpantau.

"Selama ini yang dipantau CCTV baru kelas saja. Padahal tidak harus kelas saja. Jadi daerah-daerah yang kurang terpantau seperti di sekitar toilet, lorong-lorong atau di halaman-halaman belakang ini harus dipantau juga," kata Saiful.

Saiful juga akan menginstruksikan sekolah-sekolah untuk memasang papan emergensi. Papan tersebut nantinya memuat kontak-kontak yang bisa dihubungi saat terjadi kerusuhan atau situasi tidak aman di sekolah, seperti contoh nomor kontak kepolisian terdekat.

Seperti diberitakan sebelumnya, siswa SMAN 1 Torjun, Dusun Jrengik, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang berinisial HI diduga melakukan pemukulan kepada gurunya Ahmad Budi Cahyono (27). Kekerasan tersebut mengakibatkan meninggalnya sang guru.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA