Jumat 02 Feb 2018 01:36 WIB

Indonesia Jadikan Piala Davis Ajang Seleksi Asian Games

PP Pelti mempersiapkan lima putra dan empat putri terbaik Indonesia ke Asian Games.

Petenis Indonesia David Agung Susanto
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Petenis Indonesia David Agung Susanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia menjadikan laga Piala Davis 2018 sebagai salah satu seleksi pemain menghadapi Asian Games 2018. Ini disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Persatuan Lawn Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Renaldi Freyar Hawadi di Jakarta, Kamis (1/2).

Hal ini menjadikan tim Davis yang terdiri dari Anthony Susanto (20), Rifqi Fitriadi (19), Justin Barki (17), Althaf Dhaifullah (17) dan David Agung Susanto (26), masih belum 100 persen berlaga di Asian Games 2018. "Yang jelas nanti kami persiapkan lima putra dan empat putri terbaik Indonesia. Semuanya akan diseleksi terus, jadi bukan hanya sampai Davis atau Piala Fed untuk putri, tapi dari turnamen lain juga dalam waktu tujuh bulan ini kami maksimalkan," ujar Reynaldi.

Ia mengayakan, harapannya memberikan yang terbaik, meskipun PP Pelti sudah menyampaikan ke Kemenpora tidak bisa menjanjikan emas. Akan tetapi, kata Reynaldi, tapi harapan dan kemungkinan memberikan medali tertinggi itu tetap ada.

Hal serupa diungkapkan wakil Filipina yang menyatakan Piala Davis 2018 ini menjadi salah satu seleksi pemain menuju Asian Games 2018.

"Mereka bagian dari daftar pemain yang akan dipilih untuk diturunkan di Asian Games. Sehingga boleh dikatakan Davis ini juga persiapan Asian Games, jadi seiring waktu dengan turnamen dan latihan, kami akan memutuskan siapa yang menjadi tim Asian Games," kata Kapten tidak bermain tim Piala Davis Filipina, Chris Cuarto di Jakarta.

Cuarto mengatakan tim yang kemungkinan besar terdiri dari empat pemain putra dan empat pemain putri tersebut, diberikan target mencapai perempat final, sambil berharap memperoleh medali perunggu.

"Sambil kami berharap menuju semifinal dan setidaknya mendapatkan perunggu. Karena Asian Games sangat berat. Kami berharap perunggu bisa kami raih sambil mencari kemungkinan mendapatkan perak," ujarnya.

Untuk memuluskan langkahnya, tenis Filipina, selain melakukan persiapan dengan latihan, juga dengan mengirimkan pemain ke berbagai turnamen di seluruh dunia.

"Kami usahakan ada perbaikan peringkat dengan banyak ikut turnamen itu, sehingga mendapatkan undian yang menguntungkan saat Asian Games. Tapi juga kami harus menjaga agar para pemain tetap fit dan tidak cedera. Dengan waktu persiapan sekitar tujuh bulan, kami akan mencoba memilih pemain terbaik untuk Asian Games," ujarnya.

Di piala Davis sendiri, Filipina akan menghadapi tim Indonesia yang beranggotakan sebagian besar skuat muda. Indonesia tanpa pemain andalan Christopher Rungkat pada laga babak pertama Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, 3-4 Februari.

"Rungkat adalah pemain yang bagus, namun tim Indonesia sekarang juga bagus, kami sudah lakukan persiapan juga untuk mereka. Walau Rungkat tidak ada, strategi yang kami mainkan akan tetap sama," ucap Cuarto.

Dalam catatan pertemuan itu, Indonesia sementara unggul 6-5. Tetapi Indonesia kalah dalam perjumpaan terakhir pada babak yang sama musim kompetisi tahun lalu di Filipina. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement