Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

MUI Banten Nilai Vaksinasi Difteri Kebutuhan Mendesak

Rabu 03 Jan 2018 19:50 WIB

Red: Andri Saubani

Tim dokter Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah memberikan imunisasi difteri kepada seoranga mahasiswi di Rumah Sakit UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (27/12).

Tim dokter Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah memberikan imunisasi difteri kepada seoranga mahasiswi di Rumah Sakit UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (27/12).

Foto: Antara/Muhammad Iqbal

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten mengimbau kepada umat Islam khususnya di Provinsi Banten agar meningkatkan kesadaran adanya bahaya penyakit difteri yang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan segera mengikuti program vaksinasi. Ketua Umum MUI Banten AM Romly dalam imbauan MUI tersebut di Serang, Rabu (3/1) mengatakan, di tengah-tengah masyarakat Indonesia termasuk di Provinsi Banten, terdapat ancaman bahaya yang nyata terhadap kehidupan manusia, yakni penyakit difteri yang menyebar luas.

Untuk menanggulangi bahaya tersebut, kata dia. Pemerintah Provinsi Banten sedang bekerja keras antara lain dengan melakukan vaksinasi dengan sasaran usia satu sampai dengan kurang dari 19 tahun. "Dalam penggunaan vaksin penangkal penyakit diferi ini, MUI Provinsi Banten berpendapat bahwa karena akibat dari penyakit tersebut dapat mengancam jiwa seseorang atau keadaan darurat, maka menggunakan vaksin imuniasi merupakan suatu kebutuhan yang mendesak untuk menjamin keselamatan warga," kata Romly dalam imbauan tersebut.

Sehubungan dengan hal itu, kata dia, MUI Banten mengimbau umat Islam agar senantiasa meningkatkan iman dan taqwa serta berahlaqul karimah. Juga perlu ditingkatkan kesadaran akan adanya bahaya penyakit difteri yang berstatus KLB di Banten, sehingga segera mengikuti program vaksinasi.

Selain itu, kata Romly, pemerintah agar melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan para pemangku kepentingan dalam menanggulangi bahaya penyakit difteri tersebut. "Umat Islam dan pemerintah agar selalu mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah SWT agar penyakit difteri yang mewabah ini segera sirna dari masyarakat Indonesia," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA