Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Demokrat Jabar Minta Gerindra Jaga Etika Politik

Rabu 27 Dec 2017 12:05 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Maman Sudiaman

 Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Asep Wahyu Wijaya.

Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Asep Wahyu Wijaya.

Foto: Republika/Djoko Suceno

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Asep Wahyu Wijaya, meminta Partai Gerindra menghormati koalisi partai-partai dalam menghadapi Pilgub Jabar. Sikap tersebut sebagai respons terhadap pernyataan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, yang dimuat Republika online Selasa (26/12).

"Seperti halnya pepatah Sunda hirup kudu masagi, maka ada baiknya jejak langkah politik dan hasrat setiap partai untuk berkontestasi dalam setiap even politik pun tak lantas harus merendahkan kualitas etik dan menjaga keluhuran sikap kita dalam menata hubungan pergaulan di antara sesama partai di Tatar Sunda," ujar Asep Wahyu dalam rilisnya yang dikirim ke Republika.co.id, Rabu (27/12).

Asep lantas mengutip ajaran dan nilai-nilai kasundaan yang dijunjung runtut raut sauyunan, silih asah silih asih silih asuh yang menekankan pentingnya kerukunan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari. Dengan semangat saling mendorong dan mendukung, kata dia, maka sebagai refleksi dari karakter kasundaan yang mesti dijaga dan dilestarikan DPD Partai Demokrat Jabar tentunya sangat menghormati dan mendorong keberadaan koalisi partai-partai yang sudah ada dalan menghadapi Pilgub Jabar 2018.
 
"Pesan dan harapan yang sama tentunya kami pun harapkan kepada Partai Gerindra Jawa Barat agar kiranya menghormati partai-partai lain yang telah membentuk koalisi yang sudah ada sebelumnya," tutur Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat ini.

Dikatakan Asep, saat ini Demokrat masih fokus untuk berkomunikasi dengan partai-partai lain yang justru tertarik bergabung dengan Koalisi Zaman Now yang mengusung Dedi Mizwar (Demiz) sebagai cagub dalam Pilgub Jabar 2018. Ia mengatakan, komitmen dengan PKS dan PAN untuk mengusung wagub Jabar sampai saat ini tetap dipegang. "Semoga elite-elite politik di Tatar Sunda senantiasa menjadi peneduh dan menjaga nilai-nilai etik kasundaan dalam setiap ucapan dan sikap politiknya," kata aktivis HMI tahun 90-an ini.

Dalam pernyataannya yang dimuat di Republika.co.id, Mulyadi mengatakan, Gerindra Jabar membuka peluang kepada Demokrat untuk ikut berkoalisi bersama PKS dan PAN dalam memenangkan Pilkada Jabar 2018 mendatang. Namun, Gerindra memberikan syarat kepada Demokrat jika ingin ikut bergabung bersama koalisi. "Kami tetap membuka pintu jika Demokrat akan ikut bergabung bersama koalisi. Tapi ada syaratnya," ujar Mulyadi saat dihubungi, Selasa(26/12).

Mulyadi mengatakan, syarat yang harus dipenuhi Partai Demokrat adalah mengusung kandidatnya sebagai cawagub dan disetujui oleh partai koalisi lainnya yakni PKS dan PAN. Sebab, dalam koalisi yang sudah terbentuk saat ini, Gerindra telah mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat berpasangan dengan kader PKS. "Demokrat silakan gabung tapi tidak boleh memunculkan nama kandidat cagub. Karena, formasinya sudah diisi Gerindra yakni Pak Sudrajat dan PKS untuk Jabar 2," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA