Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

MUI Imbau Masyarakat Bijaksana Sikapi Perbedaan Ucapan Natal

Senin 25 Dec 2017 01:25 WIB

Rep: Singgih Wiryono/ Red: Yudha Manggala P Putra

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi.

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid mengimbau kepada masyarakat agar bijaksana menyikapi perbedaan pandangan terkait ucapan Natal. Pasalnya, lanjut dia, masalah perbedaan pandangan tersebut di masyarakat bisa berpotensi memecah belah kerukunan antarumat beragama.

"Kepada masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut dan tidak menjadikan polemik," ujar dia melalui pesan singkat kepada Republika.co.id, Senin (25/12).

Zainut Tauhid juga mengatakan, MUI dalam hal ini tidak pernah mengeluarkan fatwa larangan mengucapkan selamat Natal untuk umat Kristen. Pada saat Buya Hamka menjabat sebagai Ketua MUI, kata dia, fatwa yang dikeluarkan adalah terkait larangan mengikuti Natal Bersama dalam pengertian ritual peribadatan.

"Jadi bukan mengucapkan selamat Natal," kata dia.

Selain itu, beberapa fatwa yang dikeluarkan oleh MUI adalah larangan menggunakan atribut keagamaan. Oleh karena itu, lanjut dia, MUI berpesan untuk terus menjaga ukhuwah dan persaudaraan sesama bangsa Indonesia. Baik persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) maupun persaudaraan atas dasar kemanusiaan (ukuhuwah basyariyyah).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA