Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

PPP Tunggu Emil Tentukan Cawagub Akhir Bulan Ini

Ahad 24 Dec 2017 17:18 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Ratna Puspita

Achmad Baidowi

Achmad Baidowi

Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidhowi  mengatakan partainya masih memberikan waktu kepada Ridwan Kamil (Emil) untuk menentukan siapa bakal calon pendampingnya dalam Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018. PPP akan menunggu hingga 29 Desember mendatang. 

"Kami masih memberikan waktu kepada Pak Emil untuk menentukan siapa wakilnya. Biarkan beliau berkonsentrasi. Kami menunggu hingga 29 Desember, atau paling tidak akhir bulan ini," ujar Baidhowi ketika dihubungi Republika, Ahad (24/12).

Baidhowi juga menyatakan tidak masalah seandainya kepastiaan nama calon gubernur dan wakil gubernur pana Januari 2018. Kepastian ini tetap penting mengingat pendaftaran calon kepala daerah Pilkada dimulai 8 Januari 2018.

"Tetapi kami tidak khawatir akan terlambat mendaftar. Banyak calon kepala daerah mendaftar pada hari terakhir pendaftaran. Kami masih optimis," kata dia.

Dia juga menyatakan PPP masih tetap mendukung Emil berpasangan dengan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Umum dalam Pilkada Jabar. Sebab, Baidhowi menerangkan, PPP bukan sekadar ingin mengajukan calon wakil gubernur.

"Kami ingin memenangi Pilkada Jabar, karenanya merekomendasikan Pak Uu. Jadi bukan hanya sekedar PPP saja. Dengan adanya Pak Uu akan melengkapi kekurangan dari Kang Emil," tuturnya.

Kesimpulan tersebut berdasarkan dari survei internal PPP dan rekomendasi dari sejumlah pihak terkait kombinasi calon pemimpin dan wakil pemimpin yang paling diinginkan warga Jabar. Berdasarkan komunikasi terakhir dengan Emil, PPP masih yakin bahwa kedua figur tersebut dapat bersanding di bursa Pilkada Jabar.

"Hanya, tugas Kang Emil sekarang bagaimana menyikapi dukungan dari kami (parpol pendukung) dan kami harap segera mengumumkan hasilnya. Soal kemungkinan rekomendasi tak dipenuhi, kami tidak ingin berandai-andai," tuturnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA