Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Benarkah Melewatkan Sarapan Pagi Bisa Turunkan Berat Badan?

Ahad 24 Dec 2017 13:56 WIB

Red: Ani Nursalikah

Dampak apa yang ditimbulkan sarapan pagi terhadap metabolisme tubuh anda?

Dampak apa yang ditimbulkan sarapan pagi terhadap metabolisme tubuh anda?

Foto: ABC

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Apakah Anda selalu melewatkan sarapan pagi? Entah karena kebetulan atau disengaja, banyak dari kita yang melewatkan makanan pagi kita.

"Ada banyak bukti pengamatan dari konsumsi sarapan. Kita tahu bahwa orang yang rutin mengonsumsi sarapan biasanya memiliki berat badan lebih ringan dibanding orang lainnya," kata Javier Gonzalez, profesor fisiologi manusia di Universitas Bath, Inggris.

"Tapi mereka juga lebih sehat dalam banyak hal lainnya, jadi mereka cenderung lebih aktif secara fisik dan kurang minum alkohol dan sebagainya."

Yang belum jelas adalah apakah perbedaan itu karena sesuatu yang menyangkut karakter orang-orang yang sarapan pagi -bahwa mereka menjalani kehidupan yang lebih sehat secara umum -atau apakah itu disebabkan langsung oleh konsumsi sarapan pagi.

Untuk menjawab pertanyaan itu, Dr Gonzalez dan rekan-rekannya merancang sebuah percobaan yang membagi 49 peserta menjadi dua kelompok. Satu kelompok melewatkan sarapan setiap hari selama enam minggu - artinya mereka tidak makan kalori sampai tengah hari.

Kelompok lainnya diminta untuk makan setidaknya 350 kalori dalam waktu dua jam setelah bangun tidur, dan setidaknya 700 kalori pada pukul 11:00 pagi. Kedua kelompok tersebut terdiri dari peserta berbadan langsing dan obesitas.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Physiology, mereka menemukan bahwa pada kelompok peserta yang berpuasa dan tak kelebihan berat badan, melewatkan sarapan pagi meningkatkan aktivitas gen yang terlibat dalam metabolisme lemak.

Itu menunjukkan bahwa sel lemak mereka beralih ke lemak sebagai bahan bakar - yaitu, mereka membakar lebih banyak lemak dengan melewatkan sarapan.

Bagi mereka yang sarapan pagi, aktivitas gen tersebut menurun.

Respon konsumsi sarapan dari orang obesitas berbeda dari respon orang yang langsing.
Respons konsumsi sarapan dari orang obesitas berbeda dari respon orang yang langsing.
Flickr: Tony Alter, CC BY 2.0

Sementara melewatkan sarapan mungkin terdengar seperti pilihan terbaik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, ada beberapa peringatan. Para periset menemukan bahwa entah seseorang yang langsing sarapan atau tidak, total energi mereka untuk hari itu hampir sama.

Para penulis studi menunjukkan, meski melewatkan sarapan bisa membuat Anda membakar lemak, itu juga membuat Anda kurang aktif di siang hari.

"Yang jelas, dengan mengonsumsi sarapan secara teratur, seseorang cenderung lebih aktif secara fisik, dan itu bukanlah soal pergi ke gym, itu adalah aktivitas spontan Anda yang tidak Anda sadari," kata Dr Gonzalez.

Para peserta dalam penelitian memilih sarapan mereka sendiri, tapi yang mereka pilih dipantau oleh para peneliti. Sebagian besar, mereka memilih makanan sarat karbohidrat - roti dan sereal, bukan daging bacon dan telur.

Respons berbeda terhadap orang dengan obesitas

Bagi orang gemuk dalam penelitian ini, variasi sama dari gen yang mengatur sel lemak tidak diamati. Jika ada, beberapa dari gen tersebut menjadi sedikit kurang aktif. "Kelompok obesitas lebih tahan terhadap intervensi sarapan versus puasa. Mereka sepertinya merespon sama tanpa memperhatikan waktu makan," kata Dr Gonzalez.

Perbedaan penting lainnya antara sel lemak orang langsing dengan obesitas adalah respon mereka terhadap insulin. Pada orang langsing, makan sarapan menurunkan aktivitas gen yang terlibat dalam resistensi insulin.

Itu adalah efek positif yang berarti mereka menarik lebih banyak gula dari darah mereka -sebuah mekanisme yang berpotensi melindungi diri dari diabetes. Bagi orang gemuk, sarapan pagi tidak meningkatkan kemampuan mereka untuk mengambil gula di sel lemak.

Para periset mengatakan, ini bisa menjadi mekanisme untuk mencegah orang tersebut agar tidak menimbun berat badan lebih besar. "Resistensi insulin pada sel lemak orang gemuk ini nampaknya sangat proporsional dengan jumlah lemak tubuh total yang mereka miliki."

"Ini menunjukkan bahwa karena glukosa penting dalam proses penyimpanan lemak, sepertinya ini adalah regulasi penurunan, sel lemak mereka mematikan kemampuan mereka untuk mengambil glukosa dan menyimpan lemak."

Perlukah melewatkan sarapan pagi?

Yang jelas dari penelitian ini adalah tidak ada satu teori-pun yang berlaku umum. Mengingat keseimbangan energi total Anda cenderung berakhir sama apakah Anda makan pagi atau tidak, Dr Gonzalez mengatakan bahwa metode tersebut mungkin cocok untuk mereka yang mungkin ingin menurunkan berat badan.

Tapi ia mengatakan, mereka yang melewatkan sarapan harus sadar bahwa tingkat aktivitas fisik mereka mungkin akan turun, dan sarapan itu bisa bermanfaat dengan cara lain terhadap kesehatan seseorang secara keseluruhan -bukan hanya berat badan.

"Jika Anda ingin mencoba melewatkan sarapan beberapa kali, maka sadarlah bahwa tingkat aktivitas fisik Anda mungkin akan turun sedikit," kata Dr Gonzalez.

"Tentu saja Anda bisa melawannya, dengan menyadari hal ini, Anda mungkin bisa melakukan aktivitas fisik atau sesi olahraga Anda.”

"Selanjutnya, bukti ini menunjukkan bahwa kami mungkin harus mempertimbangkan untuk mengubah pedoman konsumsi sarapan pagi untuk saat ini dan panduan ini mungkin perlu mempertimbangkan status berat badan individu. Tentu kami memerlukan lebih banyak penelitian untuk memahami jenis sarapan yang optimal untuk berat badan dan kesehatan."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/gaya-hidup-nad-kesehatan/benarkah-melewatkan-sarapan-pagi-bisa-menurunkan-berat-badan-s/9280984
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA