Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Menara Baja Buatan Turki Hiasi Masjid Eropa dan Afrika

Sabtu 23 Dec 2017 00:14 WIB

Rep: umi nur fadhilah/ Red: Esthi Maharani

Masjid Essalam, salah satu masjid besar di Eropa (ilustrasi)

Masjid Essalam, salah satu masjid besar di Eropa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Berasal dari keluarga pandai besi pada abad ke-19, Ramazan eliker menggunakan sebuah bengkel kecil warisan keluarga untuk menciptakan bisnis unik. Dua dekade dari 1996, eliker memperluas bisnisnya ke sebuah pabrik dan memanfaatkan sektor ekspor Turki.

Berbasis di Bartn, sebuah kota kecil di pesisir Laut Hitam, pabrik eliker mengekspor menara baja ke seluruh dunia. Dari Afrika sampai Eropa, baja-baja yang dihasilkan seringkali dipakai untuk menghiasi menara masjid-masjid. Menara masjid adalah bagian tak terpisahkan dari tempat ibadah Muslim.  Menara baja sangat populer karena mereka tahan bencana seperti gempa bumi.

"Permintaan di sini tinggi setelah gempa 1999, dan kami mulai mengekspor menara pada 2008," kata eliker dilansir dari Daily Sabah, Jumat (22/12).

Ia menyebut Jerman, Qatar, dan Afrika Selatan sebagai negara paling banyak mengimpor baja buatannya. Saat ini, perusahaan eliker bersiap mengantarkan sebuah menara setinggi 10 meter dengan berat dua ton ke sebuah masjid di Sudan. Menara terpanjang yang dibuat oleh pabrik eliker, sepanjang 40 meter dan berada di sebuah masjid di Sakarya, sebuah provinsi Turki di sebelah barat Bartn.

Di dalam negeri, Eliker mengatakan perusahaannya telah membangun menara masjid di 79 provinsi di Turki. Tak tanggung-tanggung, ia menawarkan garansi 65 tahun untuk produk mereka. Dibutuhkan sekitar satu bulan membangun dan memasang menara. Pabrik tersebut membangun kira-kira 750 menara per tahun. Namun, eliker mengatakan perusahaannya terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya.

Ia meyakini menara beton yang rusak sulit memperbaiki, tetapi menara baja buatannya mudah diperbaiki. "Mereka lebih tahan lama daripada menara beton. Kami melapisinya dengan fiberglass dan aluminium sehingga lebih fleksibel," ujar eliker.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA