Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

ICMI: AS Punya Banyak Kepentingan di Luar

Jumat 22 Dec 2017 11:02 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Agus Yulianto

Ilham Akbar Habibie

Ilham Akbar Habibie

Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA Ketua Bidang Iptek dan Inovasi Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Ilham Akbar Habibie menilai, Amerika Serikat (AS) memiliki banyak kepentingan dengan sejumlah negara. Sehingga, ia beranggapan, AS tak semudah itu merealisasikan ancamannya menghentikan bantuan pada negara-negara yang mengucilkannya di Dewan Keamanan PBB.

"Karena kepentingan AS di luar banyak, jadi tak segampang itu," kata Ilham di Jakarta, Kamis (21/12).

Ilham mengatakan, Indonesia secara khusus tak memiliki hubungan spesial dengan AS. Pun dari sekian banyak presiden AS, baru Barack Obama yang populer di Indonesia.

Dikatakan Ilham, banyak warga, pengusaha, dan politisi AS tak sependapat dengan berbagai kebijakan Presiden AS Donald Trump. "Saat ini yang tengah menjadi sorotan, yakni pengakuan sepihak AS yang menyebut Yerusalem ibu kota Israel," ujarnya.

Ilham mengaku, belum memahami apa dampak ke Indonesia apabila Presiden Trump merealisasikan ancaman mencabut bantuan ke sejumlah negara. Namun, dia mengingatkan, hubungan Indonesia dan AS secara keseluruhan sangat multi dimensional.

Ilham mencontohkan, dirinya aktif di pusat kebudayaan AS di Indonesia. Ia menyebut, pusat kebudayaan itu memiliki program bagus dan mencoba membuat hubungan dengan umat. Karenanya, dia kurang sepakat karena satu sosok, maka hal-hal baik harus dibubarkan atau dihentikan.

Terkait usulan memboikot produk AS, dia mengatakan, banyak perusahaan AS tak sepakat dengan kebijakan Trump. Sehingga, dampak permasalahan itu tak bisa dipukul rata. Harus bijak menyikapi itu, harus dikaji dulu seperti apa, jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA