Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Cerita Muslim Victoria Ikut Meriahkan Natal

Rabu 20 Dec 2017 00:57 WIB

Rep: umi nur fadhilah/ Red: Esthi Maharani

Muslim Inggris

Muslim Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, Pukul 06.00 pada 25 Desember 1888, matahari musim dingin belum terbit di Kota Liverpool, Inggris. Namun, teras-teras rumah bergaya Victoria penuh dengan aktivitas. Cahaya lembut lilin dari 8 Brougham Terrace menunjukkan pria dan wanita sibuk menyiapkan dekorasi dan makanan untuk perayaan besar, Hari Natal.

Di salah satu sudut, seorang wanita Victoria akrab bermain piano dan mengiringi para penyanyi. Sesekali, suara penyanyi diredam lolongan angin timur laut yang pahit saat menggetarkan kaca jendela tipis. Ini adalah masjid pertama di Inggris dan komunitas Muslim yang mempersiapkan Hari Natal pertamanya.

Pukul 8 pagi, usai memimpin jamaah shalat subuh, imam membuka pintu masjid. Imam William Henry Abdullah Quilliam mendirikan masjid itu pada 1887 saat berusia 31 tahun. Saat itu, ia baru saja memeluk Islam. Dia disambut lebih dari 100 orang miskin, yang telah diundang untuk menikmati sarapan Natal. Kegiatan amal yang disebut penduduk setempat sebagai kegiatan Gereja Islam.

Muslim yang baru mendapat hidayah itu, mulai melayani orang miskin dengan makanan hangat, sandwich, roti dan daging, biji-bijian, bunloaf, roti dan mentega, teh dan kopi, serta iringan musik. Nyanyian pujian yang memuji kelahiran Nabi Isa atau Yesus, dinyanyikan di tempat tersebut.

Menjelang malam, pengunjung semakin membludak. Firman sempat beredar, dan umat Muslim langsung menawarkan teh besar dan konser musik kecil kepada para pengunjung. Hiburan dimulai dengan pertunjukan mesmerik oleh dua pemuda Muslim. Puncak acara adalah seri lentera menampilkan foto-foto Imam Quilliam yang melakukan perjalanan di tanah Muslim yang jauh.

Deskripsi tentang Muslim Victoria pada Hari Natal diambil dari halaman The Crescent, surat kabar Muslim pertama di negara itu. Buku itu diterbitkan oleh Liverpool Moslem Institute antara 1893 hingga 1907. Baru-baru ini, buku itu tersedia secara daring oleh Abdullah Quilliam Society bermitra dengan British Library.

"Ini mengingatkan kita, ada generasi Muslim yang lebih awal, yang ingin menyebarkan berita Islam melalui titik tepat yang tak perlu diperdebatkan," kata sarjana Muslim, Timothy Winter dilansir dari Aljazirah.

Winter, dekan Cambridge Muslim College dan dosen Studi Islam di Fakultas Keilahian, Universitas Cambridge memeluk Islam pada 1979. Dia telah bekerja secara ekstensif dengan arsip-arsip tersebut. Komunitas Muslim pertama di Inggris kebanyakan terdiri dari orang-orang Inggris yang mendapat hidayah. Wajar apabila, adegan Natal, yang digambarkan dalam The Crescent mungkin tidak mengejutkan.

Winter mengatakan perayaan tersebut menunjukkan kemauan untuk memenuhi tradisi lokal yang sesuai. Sesuatu yang lebih mudah karena kelompok itu telah tumbuh bersama mereka.

"Mereka memiliki semangat keterbukaan dan keramahan dan lebih peduli dengan Tuhan dan kebenaran," ujar WInter.

Profesor dan penulis The Infidel Within: Muslim in Britain since 1800, Humayun Ansari mengatakan Muslim Victoria tak merayakan Natal seperti umat Kristen.

"Mereka hanya ingin menjangkau masyarakat," ujar dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA