Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Pergeseran Tanah, 35 Rumah di Bandung Barat Terancam Longsor

Rabu 20 Dec 2017 00:17 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Esthi Maharani

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan telah terjadi pergeseran tanah di Kampung Nendeut RT 01 RW 05, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/12).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan telah terjadi pergeseran tanah di Kampung Nendeut RT 01 RW 05, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/12).

Foto: dok. BPBD Kab Bandung Barat

REPUBLIKA.CO.ID, NGAMPRAH -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan telah terjadi pergeseran tanah di Kampung Nendeut RT 01 RW 05, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/22). Diduga, pergeseran tanah terjadi karena hujan terus menerus dan dampak gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Pergeseran tanah mulai terasa dan kelihatan betul dari Jumat malam (15/12). Penyebabnya, kemungkinan hujan terus menerus karena puluhan tahun tidak pernah terjadi dan baru kali ini. Efek gempa (kemarin) mungkin tapi perkiraan saya karena hujan terus menerus," ujar Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kab Bandung Barat, Dicky Maulana, Selasa (19/12).

Ia menuturkan, akibat pergeseran tanah yang berada di satu RT itu sebanyak 35 rumah terancam mengalami longsor. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan satu tenda pleton dengan jarak 300 meter dari lokasi pergeseran tanah.

Menurutnya, jika hujan deras terjadi terus menerus maka para warga yang berjumlah 35 Kepala Keluarga (KK) bisa segera pindah dan mengungsi ke tenda yang lebih aman. Sejauh ini katanya, para warga khawatir jika hujan deras terus menerus terjadi longsor.

"Mereka (warga) ketakutan saat hujan terjadi. Tapi kalau gak hujan, aktivitas sehari-hari warga seperti biasa saja," ungkapnya.

Dirinya mengatakan pendirian tenda dilakukan berdasarkan permintaan warga yang khawatir pergeseran tanah semakin melebar dan panjang. Selain itu, BPBD dan masyarakat setempat berusaha menutupi retakan sepanjang 20 hingga 30 cm dengan tanah.

Dicky menambahkan, pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Nendeut bergerak secara merayap dan tidak sekaligus ambruk. Terutama jika terjadi hujan tanah terus bergeser.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA