Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Pupuk Indonesia Kejar Target 6,5 Juta Ton Pupuk NPK

Selasa 12 Dec 2017 16:21 WIB

Rep: maspril aries/ Red: Dwi Murdaningsih

Stok pupuk urea PT Pupuk Indonesia hingga saat ini masih aman.

Stok pupuk urea PT Pupuk Indonesia hingga saat ini masih aman.

Foto: dok. PT Pupuk Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG --- PT Pupuk Indonesia melalui anak perusahaan yang tersebar di berbagai daerah selain memproduksi pupuk urea dan akan mengejar target produksi pupuk NPK pada 2021. Untuk mengejar target tersebut perusahaan holding BUMN pupuk tersebut akan membangun sejumlah pabrik pupuk NPK. Salah satunya pembangunan pabrik pupuk NPK Fusion II di Palembang yang dibangun PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri).

PT Pupuk Indonesia berencana menambah kapasitas produksi pupuk NPK hingga 3,4 juta ton. Saat ini PT Pupuk Indonesia grup memiliki pabrik NPK dengan kapasitas 3,1 juta ton per tahun dan akan dikembangkan hingga dua kali lipat menjadi 6,5 juta ton pada 2021, kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat pada penandatanganan kontrak pembangunan NPK Fusion II di Palembang, Selasa (12/12).

Aas Asikin Idat yang didampingi Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawiri menjelaskan, untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK salah satunya pembangunan pabrik NPK di PT Pusri yang akan dilaksanakan pembangunannya oleh PT Wijaya Karya (Wika) Tbk.

Menurut Aas Asikin, pengembangan NPK memang menjadi prioritas PT Pupuk Indonesia ke depan. Sampai 2021, PT Pupuk Indonesia berencana akan mengembangkan pabrik pupuk NPK hingga 3,4 juta ton. Selain pengembangan pabrik pupuk NPK berkapasitas 200 ribu ton pertahun di PT Pusri, juga tengah dipersiapkan pembangunan pabrik NPK di PT Pupuk Iskandar Muda sebesar 1.000.000 ton pertahun, di PT Pupuk Kujang sebesar 200 ribu ton pertahun, di PT Petrokimia Gresik sebesar 500 ribu ton pertahun dan di PT Pupuk Kaltim sebesar 1.000.000 ton pertahun, ujarnya.

Sementara itu kebutuhan pupuk NPK di Indonesia saat ini mencapai sekitar 8.000.000 ton pertahun. Ini merupakan potensi pasar yang besar bagi industri pupuk NPK di Indonesia. Industri pupuk dan petrokimia mempunyai prospek yang baik ke depan, kebutuhan pupuk dalam negeri, khususnya NPK akan terus meningkat, kata mantan Direktur Utama PT Pupuk Kaltim.

Aas Asikin juga menjelaskan, pupuk NPK telah terbukti memberikan hasil yang optimal terhadap produktivitas tanaman, baik tanaman pangan maupun perkebunan. PT Pupuk Indonesia bersama seluruh anak perusahaannya bertekad terus meningkatkan gairah petani dalam memanfaatkan pupuk NPK untuk pertanian. 

Selama ini petani banyak yang memupuk hanya menggunakan pupuk urea saja, padahal itu tidak memenuhi kebutuhan tanaman. Jadi kalau menggunakan NPK itu produktivitas tanaman akan meningkat dan tentu ini berdampak pada hasil panen petani, katanya.

Untuk pembangunan pabrik pupuk NPK Fusion II dilakukan penandatangan kontrak antara Direktur Utama PT Pusri Mulyono Prawirao dengan Direktur Utama PT Wika Tbk Bintang Perbowo, disaksikan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat.

Menurut Direktur Utama PT Puspi Nulyono Prawiro, pembangunan pabrik NPK Fusion II berkapasitas 2 x 100.000 MTPY (metric ton per year) diperkirakan selesai di 2019 sehingga produksinya dapat memperkuat pasokan pupuk NPK di sektor pangan, perkebunan dan holtikultura terutama untuk wilayah Sumatra.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA