Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

PTPP Kejar Target Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang

Senin 11 Dec 2017 20:03 WIB

Red: Citra Listya Rini

Lahan pembangunan tol Malang-Pandaan (Mapan) di Kota Malang.

Lahan pembangunan tol Malang-Pandaan (Mapan) di Kota Malang.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Salah satu perusahaan konstruksi dan investasi, PT PP (Persero) Tbk, saat ini sedang mengebut pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang. Proyek ini mencakup wilayah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang ini diharapkan dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan yaitu pada akhir 2018.

"Jalan Tol Pandaan-Malang ini membentang sepanjang 38,48 kilometer dari Pandaan, Kabupaten Pasuruan sampai Sawojajar, Kota Malang. Jalan Tol ini dibagi menjadi lima pintu akses keluar masuk, antara lain Interchange (IC) Purwodadi, IC Lawang, IC Karanglo, IC Asrikaton, IC Sawojajar," kata Komisaris Utama PTPP, Andi Gani Nena Wea dalam keterangannya, Senin (11/12).  

Andi mengatakan, target fungsional jalan tol tahap 1 pada lebaran tahun 2018 sepanjang 15 kilometer. Ia menyebutkan, mulai dari Pandaan sampai dengan Gerbang Tol Purwodadi, tepatnya di depan Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur.

Dengan berfungsinya Jalan Tol Pandaan-Malang ini, kata Andi, nantinya jarak tempuh antara Pandaan, Pasuruan sampai dengan Kota Malang akan menghemat waktu kurang lebih satu jam perjalanan dibandingkan melalui jalan nasional yang tersedia saat ini.

Menurut Andi, hal tersebut menjadi salah satu keunggulan dengan dioperasikannya jalan tol ini. Jalan Tol Pandaan-Malang ini merupakan jalur wisata yang dapat mempercepat pengendara menuju Kota Malang dan Kota Batu.

Pemandangan yang indah membentang dari Pandaan sampai dengan Malang dengan view Gunung Arjuna dan perkebunan di kanan-kiri jalur tol yang masih hijau merupakan salah satu keunikan pembangunan jalan tol ini.

Keunggulan lain yang akan dimiliki oleh Jalan Tol Pandaan-Malang ini, yaitu adanya pembuatan konsep rest area yang berbeda dibandingkan dengan rest area pada umumnya, yaitu menurut rencana di dalam rest area tersebut akan ditanami berbagai macam pohon buah-buahan agar para pengunjung rest area dapat menikmati pemandangan pepohonan tersebut dan mencoba hasil buahnya.

Rencana jalan tol sepanjang 38,488 kilometer ini merupakan kelanjutan dari ruas jalan tol Gempol-Pandaan yang saat ini sudah dioperasikan untuk menghubungkan kota Surabaya-Malang.

Jalan arteri yang menghubungkan kedua kota ini saat ini sudah sangat padat, sesuai hasil studi pada tahun 2009, prediksi LHR tahun 2018 berkisar antara 31.243 kendaraan per hari sampai dengan 45.918 kendaraan per hari.

Jalan Tol Pandaan-Malang ini dimiliki oleh PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) dimana perusahaan tersebut didirikan oleh tiga perusahaan BUMN, yaitu PT Jasamarga (Persero) Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 60 persen, Perseroan sebesar 30 persen dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebesar lima persen.

Andi mengatakan, saat ini perseroan yang juga selaku kontraktor tengah mengejar target penyelesaian jalan tol ini. Jalan Tol Pandanaan-Malang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dimana proyek tersebut juga merupakan Daftar Target Proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Sampai dengan saat ini, PTPP masih terus mengebut pengerjaan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang yang diharapkan dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Meski demikian, sebagian ruas Jalan Tol tersebut dipastikan dapat dilalui atau fungsional saat arus mudik Idul Fitri 2018 nanti," kata Andi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA