Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Warga Makassar Lebih Suka Baca Koran daripada Media Daring

Jumat 08 Dec 2017 16:20 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Andi Nur Aminah

Aksi membaca koran massal

Aksi membaca koran massal

Foto: dok. Republika

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nielsen baru saja merilis survey terbarunya Consumer & Media View (CMV) Kuartal ke tiga 2017. Dalam penelitian tersebut, warga Makassar ternyata lebih menyukai membaca konten berita melalui media cetak daripada media daring. Sebanyak 80 persen responden dari Makassar mengaku lebih suka membaca media cetak untuk mendapatkan konten lokal, sementara 60 persen mengakses platform online.

Direktur Eksekutif Nielsen Media Hellen Katherina menjelaskan, para pembaca masih memilih koran karena nilai berita di dalam media tersebut dapat dipercaya. "Akses internet juga belum terlalu baik di luar Pulau Jawa, ini juga berpengaruh," ujar Hellen dalam pemaparan survey di Kantor Nielsen Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Elemen trust terhadap konten sangat berpengaruh. Hal tersebut membuat keberadaan koran tidak punah. Hellen menjelaskan, keberadaan media cetak di luar Pulau Jawa memang masih memegang peranan kuat. Masyarakat daerah cenderung masih menyukai budaya membaca.

Bahkan, profil para pembaca media cetak justru berada di segmentasi kelas atas sebesar 54 persen. Pembaca juga berasal dari usia 20 sampai 49 tahun sebanyak 79 persen, dan rata-rata mereka merupakan karyawan dengan prosentase 32 persen. Para pembaca memang memiliki hobi membaca, dan traveling. Bahkan tiga dari empat pembaca tidak keberatan melihat iklan untuk mengetahui produk.

Selain Makassar, konsumsi media cetak juga cukup tinggi di Surakarta, yakni sebesar 54 persen yang membaca surat kabar. Namun mereka juga mengkases konten melalui platform online sebanyak 36 persen. Penelitian tersebut membuktikan bahwa eksistensi surat kabar atau media cetak lainnya masih tetap ada di kalangan pembaca.

Bahkan, pembaca koran juga mengakses konten melalui platform digital. Dengan demikian sulit melakukan framing pembaca berdasarkan kategori karena pada dasarnya konsumen mengakses keduanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA