Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Baznas Gerakkan Kampanye Kampung Tanpa Asap Rokok

Ahad 26 Nov 2017 21:21 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Agung Sasongko

Kampung tanpa rokok Ilustrasi

Kampung tanpa rokok Ilustrasi

Foto: Republika/Tahta Adilla

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk Kampung Tanpa Asap Rokok (KTAR).

Langkah strategi ini merupakan program pemberdayaan masyarakat yang ditargetkan dalam 2 tahun bisa dikembangkan menjadi program nasional yang diterapkan BAZNAS di seluruh Indonesia.

Kepala Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Indonesia, Meizi Fachrizal Achmad, menyebut sekitar 90 persen pengguna narkoba berasal dari perokok. Angka tersebut pernah diteliti dan ditulis Profesor Dadang Hawari.

"Karena itu, kita daftarkan ini sebagai bagian dari list program Zakat for SDGs. Dari 17 poin Sustainable Development Goals yang merupakan program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ini masuk bidang kesehatan," ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id di Jakarta, Ahad (26/11).

Dalam acara peresmian ini turut hadir Manajer RSB Yogyakarta dr Tria Meilla Retnaningtyastuti, Kepala Bagian CSR Iman Damara, Koordinator Bagian Kesehatan Deasy, Kabag Humas BAZNAS Yudhiarma MK dan tokoh masyarakat Bantul, Mbah Tujilan. Bahkan, pencanangan KTAR disambut hangat oleh warga.

Menurutnya, program ini terdapat di beberapa titik di Indonesia termasuk di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, tempat Rumah Sehat BAZNAS-PT Timah.

"Alhamdulillah kini semangat tanpa asap rokok semakin besar," ucapnya.

Ia bercerita, semula banyak warga yang keberatan terhadap ide tersebut, sehingga setiap ada kegiatan mereka lebih suka berada di luar ketimbang dalam rumah untuk menghindari imbauan tidak merokok.

"Tapi karena tim RSB Yogayakarta gencar melakukan persuasi dan sosialisasi, kini warga sadar dan ikut mengampanyekan gerakan ini," katanya.

Kini warga yang ingin merokok tak lagi melakukannya di tempat ibadah, sarana pendidikan, pekarangan, dalam rumah dan sejenisnya. "Ini dibuat agar seluruh warga, baik perokok maupun bukan, merasa nyaman," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA