Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Ilmuwan Ungkap Alasan Jauhi Makanan Dihinggapi Lalat

Senin 27 Nov 2017 00:01 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ani Nursalikah

Lalat

Lalat

Foto: ABC News

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Acapkali kita merasa jijik dengan hidangan yang dihinggapi lalat. Ada juga yang memilih urung menyantapnya lantaran khawatir lalat yang menempel membawa banyak kuman penyakit. Anggapan ini memang benar dan bahkan ada kelompok peneliti yang mengobservasi berapa banyak kuman dan bakteri yang dibawa lalat.

Dikutip dari laman Indy 100, Ahad (26/11), studi terbaru menyatakan lalat membawa kuman dan bakteri penyebab penyakit dalam jumlah yang amat banyak. Gabungan peneliti dari Pennsylvania State University, Nanyang Technological University, dan Federal University mengamati mikroba dari 116 rumah dan lalat hijau di berbagai belahan dunia.
 
Hasil studi yang dimuat di Scientific Reports itu mungkin bisa membuat shock pembaca. Peneliti menemukan seekor lalat bisa membawa ribuan tipe bakteri di bagian kaki dan sayapnya. Bakteri itu menempel ketika lalat hinggap di kotoran hewan atau manusia dan bangkai. Bakteri disebut sangat mudah menempel pada tubuh lalat.
 
Para ilmuwan menyatakan lalat adalah 'kendaraan yang baik' untuk mentransfer bakteri antartempat. "Sayap dan kaki lalat ibarat kendaraan yang baik bagi bakteri untuk berpindah tempat. Bakteri bisa bertahan hidup dan berkembang biak di tempat yang dihinggapi lalat," jelas Stephan Schuster dari Nanyang University.
 
Ini artinya, melahap makanan atau minuman yang sudah dihinggapi lalat sama dengan makan ribuan bakteri. Salah satu jenis bakteri yang kerap menempel pada lalat adalah Helicobacter pylori. Bakteri ini bisa menyebabkan bisul yang tumbuh di dalam usus.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA