Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Bupati Pekalongan Wacanakan Bangun Kampung Quran

Kamis 16 Nov 2017 16:43 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Esthi Maharani

Membaca Alquran. Ilustrasi

Membaca Alquran. Ilustrasi

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, KAJEN -- Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menilai, Kabupaten Pekalongan selama ini dikenal sebagai daerah yang banyak melahirkan qori dan qoriah dengan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan guru-guru mengaji di tingkat internasional, juga banyak yang berasal dari Pekalongan. Kondisi ini, menurut Asop bisa menjadi modal sosial untuk membangun Kampung Quran di Kabupaten Pekalongan.

''Modal sosial yang sudah ada ini, sebenarnya bisa kita garap serius dengan membangun kampung Quran. Hal ini karena potensi alamiah-nya sudah ada,'' jelas Bupati, Kamis (16/11).

Sebelumnya, saat melepas khafilah MTQ Pelajar yang akan mengikuti loma MTQ Pelajar Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Surakarta, Bupati juga mengemukakan rencana tersebut. Sebagai daerah yang dikenal sebagai sentra batik, maka di Kabupaten Pekalongan sudah ada kampung Batik di Wiradesa. Selain itu, juga ada Kampung Tahu di Bojong yang sudah banyak dikunjungi tamu-tamu dari luar daerah.

''Dengan demikian tidak ada salahnya, bila Kabupaten Pekalongan juga memiliki Kampung Alquran,'' jelasnya.

Dia menyebutkan, daerah yang dinilai bisa menjadi pioneer menjadi Kampung Quran adalah Desa Proto di Kecamatan Kedungwuni. Hal ini karena di Desa Proto sudah lahir ratusan hafidz dan hafidzoh (penghafal Alquran). Dengan dibentuknya Kampung Quran, diharapkan desa terserut bisa menjadi tempat tujuan wisata religi di Kabupaten Pekalongan.

''Nanti kita akan undang para Kepala Desa dan para Kyai untuk membahas hal ini lebih lanjut. Kita akan diskusikan desain Kampung Quran. Seiring dengan itu kita juga akan bangun Pusat LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran),'' katanya.

Sementara kepada para peserta MTQ Pelajar yang akan mengikuti lomba MTQ Pelajar tingkat Jateng, Bupati meminta agar para khafilah MTQ bisa memanfaatkan ilmunya dan bisa berprestasi di tingkat Jawa Tengah.

''MTQ Pelajar di tingkat Jawa Tengah ini kita jadikan ajang untuk mulai mengasah kemampuan kita sekaligus mengevaluasi,'' jelasnya.

Ketua rombongan Khalifah MTQ Pelajar, HM Khozin, melaporkan dalam ajang MTQ Pelajar Tingkat Provinsi Tahun ini, Kabupaten Pekalongan mengirimkan 16 orang yang sebelumnya telah menjuarai MTQ tingkat Kabupaten Pekalongan. Para khalifah tersebut akan Cabang Tilawatil Quran, Cabang Tartil, Cabang Tahfizd 5 juz.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA