Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Profesor Riset Indonesia Masih Minim

Kamis 16 Nov 2017 14:55 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Talkshow. Mentri Riset, Teknologi,dan pendidikan tinggi Mohamad Nasir

Talkshow. Mentri Riset, Teknologi,dan pendidikan tinggi Mohamad Nasir

Foto: Republika/Iman Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir, mendorong para peneliti untuk meningkatkan publikasi ilmiah. Hal itu dilakukan, sebagai upaya untuk menambah jumlah profesor riset di Indonesia yang masih sangat minim.

"Sangat kurang (jumlah professor riset), makanya kami wajibkan publikasi untuk meningkatkan jumlah professor riset sekarang,"ujar Nasir usia menghadiri World Class Professor di Hotel Kartika Candra, Jalan Gatot Soebrotopada Kamis (16/11).

Nasir mengatakan, dengan meningkatnya publikasi ilmiah, maka proses untuk menjadi Profesor riset itu akan menjadi lebih mudah. Karena itu, dia menekankan, baik dosen maupun peneliti bisa terus konsisten dan aktif dalam publikasi ilmiah.

"Ada kabar baik, pertanggal 15 November kemarin saya cek, jumlah publikasi kita meningkat," tegas dia.

Jumlah profesor riset yang masih aktif Indonesia hanya berjumlah sekitar 218, atau hanya 2,27 persen dari 9.685 jumlah peneliti nasional. Padahal, untuk meraih kemakmuran bangsa, peran peneliti dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) menjadi salah satu syarat utama.

"Kami melihat itu sebagai tantangan yang harus dihadapi, harus diperjuangkan, maka kami pun bentuk Forum Professor Riset untuk berperan dalam pengambilan keputusan politik dan investasi," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Subiyanto.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA