Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Irlandia Ditinggal Pergi Pendukungnya

Rabu 15 Nov 2017 19:59 WIB

Red: Didi Purwadi

Fan Irlandia tertunduk lesu menyaksikan timnasnya dibantai Denmark 5-1 dalam leg kedua playoff Zona Eropa kualifikasi Piala Dunia 2018 di Dublin, Irlandia, pada Selasa (14/11).

Fan Irlandia tertunduk lesu menyaksikan timnasnya dibantai Denmark 5-1 dalam leg kedua playoff Zona Eropa kualifikasi Piala Dunia 2018 di Dublin, Irlandia, pada Selasa (14/11).

Foto: EPA-EFE/Aidan Crawley

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- Timnas Irlandia tidak hanya gagal meraih tiket putaran final Piala Dunia 2018. The Boys in Green, julukan bagi timnas Irlandia, dipermalukan di depan pendukungnya saat menjamu Denmark pada leg kedua playoff Zona Eropa pada pada Selasa (14/11).

Irlandia dihancurkan Denmark dengan skor 5-1. Laporan Reuters menyebutkan sebagian besar penggemar Irlandia, yang sebelumnya ramai bersorak-sorai, telah meninggalkan stadion sebelum Nicklas Bendtner mencetak gol kelima Denmark untuk melengkapi pembantaian ini.

Irlandia sebenarnya sempat memimpin ketika Shane Duffy menanduk bola untuk membawa tuan rumah memimpin 1-0. Namun, Denmark kemudian mampu mengendalikan situasi dan mengemas dua gol dalam rentang waktu tiga menit. Pertama ketika upaya Andreas Christensen pada menit ke-30 mengenai tiang gawang dan masuk melewati kiper Irlandia.

Hal itu ditindaklanjuti gol kedua yang dibukukan Christian Eriksen dengan sepakan kaki kiri pada menit ke-64. Eriksen pun melengkapi trigolnya menyusul pertahanan yang buruk dari kubu lawan sepuluh menit kemudian.

Nicklas Bendtner menambahi penalti larut untuk Denmark. Kemenangan 5-1 atas Irlandia ini membawa Denmark mencapai Piala Dunia kelima mereka. Denmark membuat frustrasi Irlandia yang bermain terorganisir saat bermain imbang tanpa gol pada leg pertama.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA