Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Wisata Gerabah Makin Diminati Wisatawan

Selasa 14 Nov 2017 13:04 WIB

Red: Didi Purwadi

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan gerabah guci dari tanah liat. (ilustrasi)

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan gerabah guci dari tanah liat. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Pengunjung objek wisata edukasi gerabah di Desa Rendeng, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meningkat dari 6.752 wisatawan domestik menjadi 16.279 wisatawan terutama kalangan pelajar per November 2017. Kepala Desa Rendeng, M. Muslich di Bojonegoro, Selasa, menjelaskan upaya meningkatkan pengunjung wisata edukasi itu tidak lepas dengan adanya pengembangan produksi gerabah tradisional menjadi gerabah modern berupa boneka film kartun.

Muslich mengatakan pengembangan yang dilakukan Tim Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon) yang menjadikan gerabah tradisional macan sebagai ikon dengan sebutan "Si Gogor", juga mampu mendongkrak jumlah pengunjung, termasuk omzet pedagang.

Ia menyebutkan pemesan gerabah pengembangan Ikkon, seperti catur gerabah, diminati konsumen. Harga gerabah catur yang berkolaborasi dengan kerajinan kayu jati sebagai papan Rp 500.000 per set catur lengkap dengan papannya.

Selain itu, lampu hias dengan harga Rp 75.000 per set dan cangkir kopi gerabah yang diberi pegangan aluminium Rp 15.000 per set. Pemesan catur, lampu hias juga set cangkir gerabah tidak hanya lokal, tetapi juga dari luar daerah, seperti Malang dan Surabaya.

Hanya saja, lanjut Muslich, perajin yang bisa mengembangkan gerabah pengembangan Ikkon baru tiga perajin dari sekitar 400 perajin gerabah di desa setempat. Sebab, mereka lebih memilih memproduksi gerabah tradisional yang lebih cepat bisa terjual.

"Tapi kami akan terus mendorong perajin lainnya bersedia memproduksi gerabah pengembangan Ikkon, sebab harga jualnya lebih menguntungkan dibandingkan gerabah tradisional," katanya.

Wisata Edukasi
Mengenai pengunjung, kata dia, sebagian untuk berwisata edukasi, terutama kalangan pelajar yang datang tidak hanya lokal, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dalam berwisata, menurut dia, wisatawan nusantara, yakni kalangan pelajar bisa membuat gerabah berbagai boneka kartun, mengecat produknya yang kemudian hasilnya bisa dibawa pulang. Paket wisata edukasi gerabah mulai Rp 15.000 per paket sampai Rp 25.000 per paket.

Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia, Wahyu Setiawan, menyatakan Desa rendeng, Kecamatan Malo, berpeluang menjadi objek wisata edukasi dengan skala Nasional. Hanya saja, menurut dia, pemkab juga harus segera menyosialisasikan wisata edukasi kewiarausahaan itu secara dini kepada anak-anak melalui lembagai pendidikan.

"Sosialisasi juga bisa dilakukan melalui sekolah alam selain sekolah kewirausahaan," ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengatakan hasil pengembangan gerabah yang dilakukan Tim Ikkon dan kerajinan lainnya akan dipamerkan dalam pameran di Bandung.

"Waktu persisnya kami belum tahu, tetapi pada November ini," ucapnya. Bojonegoro sebelumnya juga menggelar 'Pameran Bonsai'.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA