Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

PSM Akui Belum Lengkapi Syarat Lisensi Klub Profesional AFC

Kamis 02 Nov 2017 06:00 WIB

Red: Endro Yuwanto

PSM Makassar

PSM Makassar

Foto: Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Manajemen PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar (PT PSM) yang menaungi skuat Juku Eja mengaku masih ada sejumlah persyaratan yang tak lengkap sehingga lisensi sebagai klub profesional dari Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) belum turun.

CEO PT PSM Munafri Arifuddin mengaku pasrah setelah banding yang diajukan akhirnya ditolak PSSI dengan alasan tidak memenuhi aspek supporting atau pembinaan pemain usia muda.

"Kami sudah menerima surat terkait banding yang ditolak. Kami akui ada beberapa syarat yang terkait pembinaan pemain muda belum dapat dipenuhi," kata Munafri, Rabu (1/11), menanggapi ditolaknya upaya banding PSM.

Munafri menjelaskan, manajemen PT PSM sudah menyampaikan hal ini secara langsung kepada Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono dan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

PSM berharap pihak PSSI tetap bisa menjadi fasilitator terhadap kemungkinan tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan itu mendapatkan lisensi AFC sekaligus berhak tampil di kompetisi AFC atau Liga Champion Asia, jika berhasil menjuarai Liga 1 Indonesia.

Untuk langkah selanjutnya, kata Munafri, pihaknya hanya meminta kepada setiap pemain dan pelatih untuk tidak terpengaruh dengan kondisi tersebut dan lebih fokus menyelesaikan dua laga sisa di kompetisi.

"Apabila PSM menjadi juara liga tahun ini, maka kami berharap PSSI menjadi fasilitator. Karena itu, kami fokus dulu menghadapi dua laga sisa demi meraih juara Liga 1," ujar Munafri.

PSM Makassar saat ini masih berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1 dengan 62 poin. Sementara, untuk pemuncak klasemen ditempati Bali United dengan poin sama tapi unggul produktivitas gol.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA