Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Ditelepon Trump, Tangis Janda Prajurit AS Ini Makin Menjadi

Selasa 24 Oct 2017 02:45 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ani Nursalikah

Janda Sersan Angkatan Darat AS La David Johnson, Myeshia Johnson bersama putrinya Ah'Leeysa Johnson saat pemakaman di Hollywood, Florida, 21 Oktober 2017.

Janda Sersan Angkatan Darat AS La David Johnson, Myeshia Johnson bersama putrinya Ah'Leeysa Johnson saat pemakaman di Hollywood, Florida, 21 Oktober 2017.

Foto: REUTERS/Joe Skipper

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Istri prajurit AS, Myesha Johnson yang ditinggalkan karena tewas di Niger bulan ini mengungkapkan Presiden AS Donald Trump telah meneleponnya, Senin (23/10). Namun, ucapan Trump yang seharusnya merupakan ucapan belasungkawa justru membuat wanita tersebut semakin sedih.

Ia merasa Trump seperti tidak menghormati gugurnya suami sebagai tentara AS. Menurut Myesha, Trump mengucapkan padanya jika 'suaminya tahu risiko yang dia hadapi'. Myesha juga menyesalkan hingga kini dia belum bisa melihat jasad suaminya, La David Johnson.

La David Johnson sendiri adalah satu dari empat tentara Angkatan Darat AS.yang terbunuh pada 4 Oktober dalam sebuah serangan di Niger, Afrika Barat. Anggota DPR AS, Frederica Wilson mengaku mendapat kabar jika ucapan Trump justru melukai perasaan keluarga David. Namun, pihak Trump membantahnya.

"Saya tidak bicara seperti yang anggota dewan (Frederica Wilson) itu bicarakan. Saya melakukan percakapan yang baik dengan wanita (Myesha) tersebut," uhar Trump.

Sementara, Myesha juga mengungkapkan, ucapan Trump yang seolah-olah tanpa simpati tersebut semakin membuatnya terluka. "Itu (ucapan Trump) semakin membuatku menangis karena aku marah pada nada bicaranya bahkan dia tidak ingat nama suamiku," ujar Myesha.

Dalam sebuah unggahan di Twitter pada Senin (23/10), Trump kembali membantah ucapannya. "Saya melakukan pembicaraan yang sangat terhormat dengan janda Sersan La David Johnson, dan menyebut namanya dari awal, tanpa keraguan!" tulis Trump.

Sedangkan pihak keluarga sendiri telah menyatakan tidak ada hal yang perlu dibicarakan terkait Trump. Kendati demikian, keluarga juga telah mendapatkan penjelasan dari militer AS terkait yang terjadi di Niger.

AS menyoroti penyerangan di Niger yang dicurigai terdapat keterlibatan ISIS dalam serangan tersebut. AS pun mengirimkan sekitar 800 personel termasuk La David Johnson.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA