Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

'Misi Kemanusiaan Pasti Dilindungi Tuhan'

Sabtu 14 Oct 2017 11:51 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Esthi Maharani

 Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise menilai, perlindungan Tuhan pasti datang bagi siapa saja yang membawa misi kemanusiaan. Karenanya, ia menegaskan, tidak perlu ada keraguan bila memang apa yang dilakukan memang tulus ingin membantu sesama manusia.

Ia pun mengenang perjalannnya menembus belantara konflik, demi memperjuangkan hak-hak wanita dan anak-anak di Afghanistan. Padahal, saat itu hampir semua orang takut untuk pergi ke Afghanistan karena konflik yang tidak selesai, dan tentu ancaman kelompok-kelompok teror.

Namun, Yohana dan rekan-rekannya tidak lebih lima orang, memberanikan diri untuk datang ke tanah yang terus-menerus dilanda konflik. Ia menekankan, keberaniannya itu datang tidak lain karena tujuan yang dibawa, yaitu untuk menyuarakan hak-hak sesama manusia.

Padahal, lanjut Yohana, suasana di sana memang benar-benar menegangkan, tapi diakui tidak mengecilkan nyalinya untuk menembus belantara konflik yang ada. Ia menekankan, keinginan yang kuat itu datang karena mereka merasa memiliki hati untuk membantu sesama manusia.

"Karena kami membawa misi kemanusiaan, kami meyakini pasti dilindungi Tuhan," kata Yohana saat memberi sambutan di peluncuran Pusat Studi Wanita pada Perguruan Tinggi dan Deklarasi Daerah Ramah Perempuan, Anak dan Lingkungan DIY, Jum'at (13/10).

Saat itu, Yohana menghadiri Symposium on the Role and Contribution of Afghanistan Women for Peace 15-17 Mei 2017 di Kabul. Kedatangannya merupakan jawaban atas undangan Ibu Negara Afghanistan, HE Rula Gani, untuk menjadi pembicara kunci dalam simposium internasional tersebut.

Walau jelang keberangkatan sempat gamang karena bom meledak empat kilometer dekat hotel, keinginannya membantu sesama menghapus ketakutannya. Ia pun jadi menteri Indonesia sekaligus tokoh perempuan pertama yang masuk ke Afghanistan, sekaligus menunjukkan betapa Tuhan melindungi mereka yang peduli sesama.

"Kami di Kementerian PPPA memang dan akan tetap memprioritaskan hak-hak wanita dan anak-anak Afghanistan," ujar Yohana

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA