Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Indonesia Ekspor 30 Ton Bawang Merah ke Timor Leste

Kamis 12 Oct 2017 14:35 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini

Bawang Merah

Bawang Merah

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, MALAKA -- Sebanyak 30 ton bawang merah kembali diekspor Kementerian Pertanian (Kementan) ke Timor Leste. Pelepasan ekspor perdana ini dilakukan di Pos Lintas Batas Motamaain, Kabupaten Malaka, NTT, Kamis, (12/10).

Staf Ahli Mentan Bidang Infrastruktur sekaligus Penanggungjawan Program Upaya Khusus (Upsus) Provinsi NTT Ani Andayani mengatakan, pada 2017 ini, ekspor bawang merah direncanakan mencapai 200 ton yang dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kebutuhan kuota Timor Leste.

Bawang merah ini merupakan hasil produksi petani Kabupaten Malaka dan Belu, NTT. "Pengembangan bawang merah di NTT terencana 200 hektare dari potensi lahan 3.000 sampai 4.000 hektare," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Meski baru diimplementasikan beberapa bulan silam, tetapi produktivitas bawang merah di dua kabupaten tersebut cukup tinggi, mencapai 16 ton per hektare. Tingginya produktivitas tersebut diakui Ani berdampak terhadap persentase kontribusi Malaka terhadap total produksi bawang merah di NTT, mencapai 20 persen atau 500 ton. Sedangkan di tingkat nasional, kontribusi NTT baru 0,16 persen. "Tapi, ekspor sudah banyak, 3,5 persen kontribusi untuk nasional," ujar dia.

Indonesia sejak 2016 sudah ekspor bawang merah, tetapi pada 2017, volumenya melonjak drastis dengan kualitas tinggi. Bawang merah Malaka dan Belu telah mengantongi sertifikat dari Badan Karantina Kementan yakni jenis organik, memenuhi standar, dan layak ekspor.

Selain bawang merah, komoditas pertanian lainnya yang berpeluang ekspor dari wilayah perbatasan adalah jagung, kacang hijau, jambu mete, babi, dan unggas. Khusus untuk unggas, saat ini kebutuhan unggas dan produk unggas Timor Leste masih dipenuhi impor dari Brasil yang memakan waktu enam bulan dalam perjalanan. Sehingga diharapkan Indonesia akan mampu menggantikan posisi Brasil dalam memenuhi kebutuhan unggas negara itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA