Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Gawai Ganggu Kesehatan Anak di Cina dan HK

Ahad 08 Oct 2017 09:11 WIB

Red: Indira Rezkisari

Gadget seperti dua sisi pisau di anak dan remaja, fungsinya bisa memberi efek positif termasuk negatif.

Gadget seperti dua sisi pisau di anak dan remaja, fungsinya bisa memberi efek positif termasuk negatif.

Foto: pixabay

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Anak-anak di wilayah Cina, Hong Kong, menghabiskan "terlalu banyak waktu" pada alat elektronik dibandingkan dengan sebaya mereka di tempat lain. Demikian peringatan para peneliti dari University of Hong Kong (HKU) baru-baru ini.

Para peneliti tersebut menyarankan orang tua agar membatasi waktu yang digunakan anak mereka untuk "berkutat" dengan gawai demi kesehatan fisik dan mental mereka. Satu studi yang dilakukan para peneliti HKU tahun lalu, yang meneliti 7.585 siswa sekolah dasar, memperlihatkan hampir 75 persen anak-anak yang diteliti menghabiskan lebih dari dua jam per hari pada perangkat digital. Sementara itu anak di Beijing yang menghabiskan waktu pada gawai berjumlah 47 persen dan di Amerika Serikat 20 persen.

Dalam satu studi lain, para peneliti dari Fakultas Kedokteran HKU mempelajari penggunaan peralatan digital oleh 681 anak pada 2011, ketika mereka berusia lima tahun, demikian laporan Xinhua. Lalu para peneliti itu mengikuti perkembangan mereka ketika mereka berusia sembilan tahun.

Temua mereka memperlihatkan bahwa untuk setiap jam per hari yang digunakan untuk nonton televisi atau bermain gim video, risiko gangguan mental dan fisik meningkat secara dramatis, kata para peneliti tersebut sebagaimana dikutip radio RTHK.

Anak-anak yang berusia sembilan tahun hampia 20 persen lebih mungkin untuk kelebihan berat untuk setiap jam yang ia habiskan untuk menonton televisi setiap hari dalam usia lima tahun. Setiap tambahan jam untuk menonton televisi juga meningkatkan kemungkinan gangguan prilaku sebanyak 44 persen, sementara kemungkinan gangguan emosi naik sampai 38 persen, kata para peneliti itu.

Anak yang main gim video juga memperlihatkan bahwa peluang mereka untuk mengalami gangguan emosi naik sebanyak 23 persen. Risiko hiperaktif juga lebih tinggi, kata mereka.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA