Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Luis Milla Puji Dua Pemain Muda di Timnas Senior

Jumat 06 Oct 2017 08:12 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Israr Itah

Winger timnas Indonesia Febri Hariyadi terjatuh seusai berebut bola dengan pemain lawan dalam laga uji coba melawan Kamboja di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (4/10).

Winger timnas Indonesia Febri Hariyadi terjatuh seusai berebut bola dengan pemain lawan dalam laga uji coba melawan Kamboja di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (4/10).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arsitek tim nasional Indonesia, Luis Milla Aspas memberikan pujian untuk pemain mudanya Febri Hariyadi dan Rezaldi Hehanusa. Menurutnya, keduanya bermain bagus, baik itu di timnas Indonesia U-22 maupun senior.  

Milla menurunkan Febri Hariyadi sejak menit awal pada laga persahabatan melawan Kamboja di Stadion Patriot Candraagha, Bekasi, pada Rabu (4/10). Tidak hanya Febri, dua skuat timnas Indonesia U-22 yaitu Rezaldi Hehanusa, dan Septian David Maulana juga dimainkan.

"Setelah tujuh bulan mengenalnya, ia mengalami peningkatan. Ia datang dan dulu masih pemain muda. Sekarang ia bergabung dengan tim senior," tutur Milla.

Oleh karena itu, kata Milla, pemain muda harus bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika dipercaya oleh pelatih. Sebab kesempatan tersebut jarang di dapat, maka harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

Selain Febri, kata Milla, bintang muda Persija Jakarta, Rezaldi juga mengalami perkembangan signifikan.

"Saya katakan bagi pemain muda kalau diberi kesempatan, ia harus mengambilnya dan menggunakan sebaik-baiknya. Pemain muda yang saya panggil telah menunjukkan apa yang saya inginkan," kata pelatih asal Spanyol itu.

Milla mengungkapkan sejumlah kriteria yang ditetapkan untuk pemain muda yang ingin bergabung dalam timnas Indonesia. Ia suka pemain yang sesuai kebutuhan tim dan sesuai gaya bermain yang dimilikinya. Kemudian penting juga, untuk pemain harus jadi contoh di luar dan dalam lapangan. Selain itu, mereka harus punya solidaritas.

"Saya pantau mereka di kompetisi, bisa juga langsung ke stadion dan melalui rekaman pertandingan atau melalui televisi," tutur Milla.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA