Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

10 Pelaku Industri Pariwisata Ikuti Pameran MICE di AS

Jumat 29 Sep 2017 21:49 WIB

Red: Hazliansyah

APEC CEO SUMMIT 2013  Delegasi melintas di depan baliho APEC CEO Summit 2013 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/10/20103)

APEC CEO SUMMIT 2013 Delegasi melintas di depan baliho APEC CEO Summit 2013 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (5/10/20103)

Foto: ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- 10 pelaku industri pariwisata tanah air turut serta di ajang IMEX 2017, pameran MICE terbesar di benua Amerika yang akan berlangsung pada 10 hingga 12 Oktober 2017 di Sand Expo, Las Vegas, Amerika Serikat. Kehadiran mereka atas fasilitasi dari Kementerian Pariwisata.

"Ini kami lakukan lagi karena pentingnya Industri MICE terhadap perekonomian suatu negara. Agar setiap negara ikut berlomba-lomba mendatangkan wisatawan bisnis (Business Traveler ) untuk mengadakan meeting, pameran maupun perjalanan insentif di negara tersebut, demikian halnya Indonesia. Kita harus lakukan ini untuk Pariwisata Indonesia," ujar Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana dalam keterangan tertulis, Jumat (29/9).

Asisten Deputi Pengembangan pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kemenpar, Nia Niscaya menambahkan, wisatawan yang datang untuk tujuan MICE memiliki kelebihan dibanding wisatawan biasa. Mereka umumnya adalah opinion leader yang berasal dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintah yang melakukan kegiatan pada saat low-season.

”Data dari International congress and convention association (ICCA,Red) menunjukkan bahwa: mereka datang dalam jumlah besar, dengan tingkat pengeluaran selama berada di destinasi tuan rumah kegiatan MICE adalah tujuh kali lipat dari wisatawan biasa. Wisatawan MICE juga berpotensi untuk berkonversi menjadi wisatawan Leisure,” ujar Nia.

Nia menilai MICE juga sangat berdampak positif bagi unsur lain. Diantaranya, imbuh Nia, naiknya citra destinasi karena wisatawan MICE pada umumnya adalah CEO perusahaan, maka kekuatan word-of-mouth dari mereka tentang destinasi akan memberi dampak yang lebih kuat dalam promosi.

”Hal tersebut telah disadari oleh banyak negara menyebabkan persaingan antar destinasi dalam mendatangakan even MICE international menjadi sangat tinggi,” ujar wanita yang besar di Malang itu.

Nia menambahkan, Kemenpar manargetkan pertumbuhan industri MICE sepuluh persen pada tahun 2019. Upaya tersebut sudah harus dimulai dari sekarang hingga tahun pencapaian. Kemenpar berharap dengan mengikuti pameran tersebut, membuat target Indonesia sebagai destinasi MICE terwujud.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia sebagai destinasi wisata telah dikenal luas di Amerika Serikat. Terlebih setelah kunjungan mantan presiden Barack Obama yang berlibur bersama keluarganya ke Bali dan Yogyakarta beberapa waktu lalu.

"Obama adalah endorser yang kuat dan sukses mempromosikan. Sejauh ini, ketika dieksplorasi lebih dalam, napak tilas Obama selama di Indonesia itu sendiri sudah memiliki news value yang besar. Moment itu juga harus ditangkap untuk menjual paket napak tilas Obama," tutur Arief Yahya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA