Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Satu dari Tiga Orang Dewasa Gunakan Obat Tidur

Kamis 28 Sep 2017 10:53 WIB

Red: Indira Rezkisari

Gangguan tidur

Gangguan tidur

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Para peneliti dari University of Michigan mendapati satu dari tiga orang dewasa di Amerika Serikat menggunakan obat untuk membantu mereka tidur. Dan banyak orang dewasa AS melakukan perbuatan itu tanpa sepengetahuan dokter mereka, demikian temuan baru jajak pendapat yang disiarkan pada Rabu (27/9).

Hasil angket tersebut didasarkan atas survei daring atas 1.065 orang yang berusia 65 tahun sampai 80 tahun secara nasional, yang menjawab banyak pertanyaan, kata laporan yang disiarkan oleh Institute for Healthcare Policy and Innovation, University of Michigan.

Secara keseluruhan, 46 persen responden mengatakan mereka memiliki masalah untuk tidur satu kali atau lebih setiap pekan. Sebanyak 15 persen responden jajak pendapat tersebut mengatakan mereka memiliki masalah untuk bisa tidur tiga malam atau lebih dalam satu pekan.

Di antara mereka yang melaporkan gangguan tidur tiga malam atau lebih dalam satu pekan, 23 persen mengatakan mereka menggunakan resep bantuan tidur. Kebanyakan orang yang menggunakan obat semacam itu untuk membantu mereka tidur telah mengkonsumsi obat tersebut selama bertahun-tahun, sementara pabrik dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan obat semacam itu hanya untuk penggunaan jangka-pendek.

"Walaupun gangguan tidur dapat terjadi pada orang dalam setiap usia dan karena banyak alasan, masalah tersebut tak bisa diobati dengan mengkonsumsi pil, baik yang diresepkan, tanpa resep atau herbal, tak peduli apa kata iklan di TV," kata Direktor Jajak Pendapat Preeti Malani, seorang dokter University of Michigan yang terlatih dalam bidan obat geriatrik di dalam satu siaran pers.

"Sebagian obat ini dapat menciptakan keprihatinan besar pada orang dewasa yang berusia tua, mulai dari jatuh dan masalah memori sampai kebingungan dan sembelit, sekalipun obat itu dijual tanpa resep," kata Preeti Malani.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA