Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Wow, Delapan Pasang Pengantin Nikah Bareng di Mobil Damkar

Selasa 26 Sep 2017 15:08 WIB

Rep: Neni Ridarinen/ Red: Endro Yuwanto

Pambudi Santoso (23 tahun) yang menikah dengan DevaniAdelyaPutri(18 tahun) usai akad nikah di atas mobil.pemadam kebakaran yang berhenti di pintu gerbang DPRD DIY, Selasa (26/9)

Pambudi Santoso (23 tahun) yang menikah dengan DevaniAdelyaPutri(18 tahun) usai akad nikah di atas mobil.pemadam kebakaran yang berhenti di pintu gerbang DPRD DIY, Selasa (26/9)

Foto: Republika/Neni Ridarineni

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- "Seru dan asyik nikah di atas mobil pemadam kebakaran," ujar Irawan Pambudi Santoso (23 tahun) yang menikah dengan Devani Adelya Putri (18).

Irawan baru saja melaksanakan akad nikah di atas mobil pemadam kebakaran (damkar) yang berhenti di pintu gerbang DPRD DI Yogyakarta, Selasa (26/9).

Irawan dan Devani merupakan salah satu pasangan termuda dari delapan pasangan pengantin yang mengikuti nikah bareng dengan tema "Pancasila Sakti, Satukan Hati untuk Pancasila" dalam rangka menyambut HUT ke-621 Kota Yogyakarta, Hari Kesaktian Pancasila, dan HUT ke-6 Fortais (Forum Ta'aruf Indonesia) yang diadakan oleh Fortais Sewon, Paguyuban Rias Hartanata, dan didukung Pemerintah Kota Yogyakarta, STTKD Yogyakarta, dan lain-lain.

"Pernikahan bareng di atas mobil damkar ini pertama di Indonesia bahkan dunia dengan menggunakan busana manten lengkap dari berbagai daerah sebagai simbol Bhinneka Tunggal Ika," kata Ketua Fortais RM Ryan Budi Nuryanto.

Kegiatan ini.dihadiri oleh ratusan orang. Bahkan banyak turis asing yang mengabadikan foto para pengantin. Kirab pengantin Pancasila Sakti dengan dua mobil damkar dari Balai Kota menuju Malioboro disambut oleh Drumband Gema Dirgantara Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta dan 10 edan-edanan.

Yang menjadi fenomenal pada nikah bareng ini adalah mahar ijab kabul selain seperangkat shalat, juga pengucapan teks Pancasila yang dilakukan bersama-sama di atas mobil damkar. Namun pada saat ijab, masing-masing pengantin berikrar secara bergantian dengan dipimpin Kepala KUA Danurejan Kota Yogyakarta Is'adi Fatah Wijaya yang disaksikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Porwadi yang juga duduk di atas mobil damkar.

Menurut Ryan, sebenarnya peminat pernikahan model ini banyak, yakni sekitar 25 orang, tetapi yang lolos seleksi hanya delapan pasangan. Yang tidak lolos lantaran surat-suratnya tidak lengkap seperti proses cerai belum selesai, tidak punya identitas, dan lainnya. Mereka yang menikah bareng ini gratis full fasilitas biaya nikah sampai bulan madu di hotel berbintang.

"Tujuan kegiatan nikah bareng Pancasila Sakti adalah untuk mewujudkan pasangan sakinah sejahtera membawa keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat ber-Pancasila dilandasi cinta Ilahi dan NKRI," jelas Ryan.

Selama enam tahun ini, kata Ryan menambahkan, Fortais Sewon telah memfasilitasi perjodohan hingga pernikahan 6.500 pasang keluarga.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA