Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Tuesday, 8 Ramadhan 1442 / 20 April 2021

Sari Putri Dewi, Calon Doktor Muda IPB Berusia 25 Tahun

Rabu 20 Sep 2017 17:13 WIB

Red: Irwan Kelana

Sari Putri Dewi, calon doktor muda dari Fakultas Peternakan IPB.

Sari Putri Dewi, calon doktor muda dari Fakultas Peternakan IPB.

Foto: Dok IPB

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Fiber Cracking Technology merupakan terobosan baru dalam dunia pakan ternak. Inovasi ini dapat menurunkan kandungan serat (fraksi lignoselulosa) yang tinggi pada pakan asal limbah pertanian dan perkebunan secara signifikan dalam waktu yang sangat singkat dengan waktu proses sekira 2-3 jam. Fiber Cracking Technology  ini  dikembangkan  dalam rangka mendukung program sustainable development dan zero waste.

Teknologi ini tengah dikembangkan penelitiannya oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan LIPI Bioteknologi serta Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan melalui program Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional (KKP3N). Salah satu mahasiswa yang peduli dalam menggeluti  penelitian Fiber Cracking Technology ini adalah Sari Putri Dewi, calon doktor muda IPB dari  Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan (Fapet).

Ia melakukan penelitian disertasi tentang Fiber Cracking Technology di bawah bimbingan Dr  Muhammad Ridla, Dr  Anuraga Jayanegara, dan Prof Dr  Erika Budiarti Laconi yang merupakan peneliti senior dalam keilmuan tersebut. Hasil penelitian Sari diprediksi akan rampung awal tahun depan.

Inovasi ini akan sangat berguna bagi masyarakat peternak Indonesia karena kebutuhan pakan ternaknya akan dimudahkan dengan inovasi Fiber Cracking Technology  yang berbahan dasar dari limbah pertanian.

Pasca lulus S1 dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fapet IPB, ia mendapatkan beasiswa Fast Track (jalur percepatan/akselerasi) S2, yaitu salah satu beasiswa bagi lulusan terbaik untuk melanjutkan S2 tepat waktu yakni dua tahun. Ia dapat lulus pada program Fast Track S2 hanya dalam waktu 16 bulan dan mendapatkan predikat Cumlaude.

Sosok berusia 25 tahun ini telah mempublikasi penelitiannya dalam jurnal  nasional dan internasional di bawah bimbingan dosen pembimbingnya di IPB, yaitu Nutrient Content, Protein Fractionation and Utilization of Some Beans as Alternatives to Soybean for Ruminant Feeding – Media Peternakan 2016, Effect of Cell-wall Nitrogen Proportion on Protein Utilization by Ruminant Livestock : A Meta-Analysis Across Different Experiments -  International Conference on Sustainable Development Bali 2015 dan Determination of Cell Wall Protein from Selected Feedstuffs and Its Relationship with Ruminal Protein Digestibility In Vitro – Media Peternakan 2015.

Selain memiliki prestasi di bidang akademik, selama kuliah ia juga aktif di kegiatan mahasiswa, antara lain Himpunan Mahasiswa Nutrisi Pakan Ternak.Ia pernah menjuarai kegiatan pentas seni IPB Art Contest, juara ketiga  Perkusi IPB bersama tim perkusinya saat itu, D’Ransum Fakultas Peternakan IPB.

Dalam menempuh  program S3 Ilmu Nutrisi dan Pakan Fapet IPB, ia mendapatkan beasiswa unggulan masyarakat berprestasi dari Kemendikbud. Keinginannya menjadi dosen memacu semangatnya untuk  lulus S3 di usia muda. Ia pun  menangguhkan beberapa perusahaan yang sangat membutuhkan keilmuannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA