Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

ASN Purwakarta Dengarkan Tartil Quran Setiap Pagi

Rabu 06 Sep 2017 15:02 WIB

Rep: Ita Nina/ Red: Endro Yuwanto

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggalang dana untuk membantu warga Rohingya, Senin (4/9).

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggalang dana untuk membantu warga Rohingya, Senin (4/9).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih

REPUBLIKA.CO.ID,  PURWAKARTA -- Ada yang berbeda setiap pagi hari di sekitaran perkantoran Bupati Purwakarta. Di komplek perkantoran itu, terdengar lantunan ayat suci Alquran. Lantunan ayat suci tersebut berkumandang dari qori dan qoriah terpilih. Lantunan ayat suci itu bisa terdengar sejauh satu kilometer melalui alat pengeras suara yang khusus dipasang oleh Pemerntah Kabupaten Purwakarta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, sejak tiga bulan terakhir pihaknya menunjuk sembilan qori dan qoriah yang tugasnya khusus membacakan ayat suci Alquran. Dirinya memiliki alasan mengapa setiap pagi di komplek perkantoran ini terdengar tartil quran. Ini supaya setiap hari ada spirit dari kitab suci umat Muslim tersebut.

"Kami ingin, di komplek pemkab ini tercipta suasana spiritual dari lantunan merdu qori dan qoriah dalam membacakan ayat Alquran," ujar Dedi kepada Republika.co.id, Rabu (6/9).

Menurut Dedi, lantunan ayat suci Alquran ini, dimulai sejak pukul 05.00 WIB. Qori dan qoriah itu, bergantian mengaji selama dua jam. Setelah itu, mereka beristirahat. Lalu, susana pemkab tak sepi begitu saja. Melainkan, masih terdengar alunan musik dari gamelan. Kemudian, menjelang siang musik-musik syahdu terus diperdengarkan.

Setelah itu, sore menjelang Maghrib para qori dan qoriah itu kembali melantunkan ayat suci Alquran secara langsung. Dengan begitu, suasana di komplek perkantoran ini terus hidup dengan adanya alunan ayat suci.

Ahmad Munajat, salah seorang qori di Purwakarta, mengatakan, ia sangat mengapresiasi kebijakan bupati ini. Sebab, baru kali pertama ada kepala daerah yang memberdayakan qori dan qoriah. Tak hanya itu, ayat-ayat Alquran ini dijadikan spirit untuk memulai aktivitas baik itu bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum. "Kami sangat bangga, setiap hari bisa membaca Alquran di pendopo pemkab," ujarnya.








BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA