Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Gubernur Jatim Ajak Warga Teladani Keluarga Nabi Ibrahim

Jumat 01 Sep 2017 16:30 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Ilham Tirta

Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Foto: seputarmanusia.wordpress.com

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengajak seluruh umat Islam untuk meneladani Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Sebab, keluarga Nabi Ibrahim sangat kompak dan memiliki keimanan yang teguh dalam menghadapi godaan setan. 

Keluarga Nabi Ibrahim juga mampu menjalankan perintah Allah SWT dengan ikhlas dan yakin serta mampu menahan diri dari tipu daya setan. Perayaan Idul Adha bukan hanya dimaknai dengan menunaikan ibadah shalat Id semata.

"Tapi lebih dari itu, Idul Adha adalah momen untuk meneladani kekompakan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya, baik suami, istri, dan anaknya yang baik dan tawakkal dalam menjalankan perintah Allah SWT dan melawan godaan setan," kata Gubernur Jatim kepada wartawan seusai menunaikan Shalat Idul Adha 1438 H di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat (1/9) pagi. 

Pakde Karwo, sapaan akrabnya mengatakan, saat mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS yang saat itu usianya masih kecil, Nabi Ibrahim sangat ikhlas dan yakin. Begitu juga sang istri, Siti Hajar dan Nabi Ismail yang taat dan ikhlas terhadap perintah Allah SWT. 

"Baik Nabi Ibrahim, istrinya, dan anaknya masing-masing mendapat gangguan dari setan agar tidak menuruti perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail. Namun ketiganya tetap teguh kemudian melempari setan dengan batu. Kekompakan dan ketakwaan dari keluarga itu membuat Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba untuk disembelih," kata Pakde Karwo.

Alumnus Universitas Airlngga (Unair) tersebut menambahkan, ketakwaan dan keteladanan Nabi Ibrahim dan keluarganya jika dikaitkan dengan era sekarang bisa dimaknai setiap individu dan keluarganya harus mampu menyeimbangkan hubungan dengan Allah (habluminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (habluminannas) dengan baik.

"Selain untuk beribadah kepada Allah SWT melalui shalat Id, Idul Adha juga menjadi bagian penting untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial. Artinya, kita harus peduli kepada orang yang kurang mampu, salah satunya lewat berkurban," ucapnya.

Di sisi lain, Pakde Karwo menyebutkan produksi sapi di Jawa Timur mengalami surplus 33 ribu ton per tahun. Dari total produksi sapi di Indonesia, sebanyak 31 persen di antaranya merupakan produksi Jatim. Jumlah sapi di Jatim saat ini 4,4 juta ekor, termasuk dari inseminasi buatan sebanyak 1.250.000 ekor yang lahir 1.050.000 ekor. 

"Sentra peternak sapi nomor satu di Jatim itu di Sumenep. Dari 31 persen itu kita kelebihan daging 33 ribu ton setelah dikonsumsi rata-rata 2,6 kilogram per orang di Jatim," katanya.

















BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA