Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Timnas Malaysia Dikawal dari Gangguan 'Hantu Suap'

Rabu 23 Aug 2017 18:17 WIB

Red: Didi Purwadi

SEA Games 1995

SEA Games 1995

Foto: Istimewa/Wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, CHIANG MAI -- Ketakutan akan hadirnya 'hantu suap' tampaknya masih terus membayangi tim sepakbola Malaysia. Karenanya, Negeri Jiran ini sengaja memasukkan satu tim polisi untuk mengawal secara khusus para pemain mereka yang bertanding di SEA Games XVIII di Chiang Mai, Thailand, pada 9-17 Desember 1995.

Menurut salah seorang sumber yang dekat dengan FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia) kepada wartawan Republika yang saat itu meliput SEA Games 1995, pengawalan terhadap para pemain sepakbola Malaysia yang tengah berlaga di SEA Games kala itu sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus suap. Ini terpaksa dilakukan karena mereka menilai Thailand merupakan salah satu pangkalan para bandar judi yang bisa mengatur hasil pertandingan di kompetisi Asia.

''Tugas para polisi itu tak lain untuk mengawasi gerak-gerik para pemain kami dari unsur-unsur yang tidak sehat, yang mungkin dilakukan oleh para bandar judi dengan pemain kami,'' kata sumber tersebut kepada wartawan Republika, Nurul S. Hamami dan Syamsil Ajirismandiar, Selasa (5/12/1995). ''Ya, kita lebih baik mencegah daripada kecolongan duluan oleh hantu-hantu suap itu,'' katanya.

Baca: Indonesia terlempar dari posisi tiga besar

Dikatakan sumber tadi, tim khusus yang bertugas mengawal para pemain Malaysia itu dipimpin langsung oleh Timbalan Ketua Trafic Persekutuan Malaysia, Del Akhbar Khan. Polisi berpangkat Penguasa (setingkat dengan kolonel, Red) ini adalah mantan pemain sepa kbola pada awal tahun 70-an. Berapa besar jumlah anggota tim tersebut, sumber tadi tak mengetahuinya dengan pasti.

Hantu suap memang menjadi begitu ''populer'' dalam persepakbolaan Malaysia dalam periode 1994-1995. Pada awal bulan Desember 1995, Persatuan Sepakbola Malaysia (FAM) baru saja menjatuhkan hukuman seumur hidup bagi enam pemain liga setempat setelah terbukti menerima suap dari para bandar judi. Sebelumnya, awal tahun 1995, sebanyak 58 pemain diganjar hukuman 4-6 tahun tak boleh bermain dan 27 pemain diasingkan dari domisili mereka.

Akibat banyaknya pemain liga mereka yang terkena hukuman suap tersebut, Malaysia tampil dengan pemain-pemain yang belum berpengalaman di SEA Games. Tim Malaysia sendiri tak bisa berbuat banyak. Dalam pertandingan pertamanya, mereka ditekuk tim underdog Vietnam 0-2.

sumber : Pusat Data Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA