Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Secukinumab Jadi Harapan Baru untuk Pasien Psoriasis

Senin 21 Aug 2017 06:27 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Esthi Maharani

Psoriasis of palms (illustration)

Psoriasis of palms (illustration)

Foto: En.wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, Psoriasis merupakan penyakit autoimun yang membuat kulit penderitanya ditutupi oleh ruam kemerahan dan bersisik. Sejauh ini, terapi pengobatan psoriasis belum bisa membantu pasien psoriasis untuk mendapatkan kulit yang bersih.

Kondisi kulit yang terlihat dipenuhi plak kemerahan dan bersisik tak jarang membuat rasa percaya diri pasien psoriasis menurun. Tak jarang, penampilan ini turut mempengaruhi kualitas hidup pasien psoriasis baik dalam bersosialisasi maupun dalam bekerja.

Menjawab tantangan tersebut, Novartis Indonesia secara resmi meluncurkan secukinumab sebagai obat baru bagi pasien psoriasis di Indonesia. Obat biologis ini dirancang untuk bekerja dengan lebih spesifik sehingga dapat memberikan hasil pengobatan yang lebih baik bagi sebagian besar pasien psoriasis.

"Pengobatan baru ini diharapkan dapat memberikan kulit yang bersih hingga 90 persen," ungkap Presiden Direktur Novartis Indonesia Milan Paleja dalam diskusi kesehatan bersama Novartis Indonesia di Jakarta.

Secukinumab dirancang untuk menghambat komponen spesifik dalam sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi, yaitu IL-17A. Ketika dikonsumsi, Secukinumab akan bekerja secara selektif dalam menghambat aktivitas IL-17A yang berkaitan denagn respon tubuh terhadap inflamasi dan daya tahan. Dengan kata lain, obat ini bereksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit psoriasis.

"Ini merupakan satu-satunya inhibitor IL-17A yang telah diizinkan untuk psoriasis," sambung Milan.

Milan menambahkan, tujuan terapi pengobatan psoriasis saat ini ialah meraih skor Psoriasis Area and Severity Index (PASI) 75. Pengobatan dapat dikatakan baik jika pasien psoriasis bisa meraih skor tersebut.

Di sisi lain, Milan juga mengatakan terapi pengobatan baru dengan Secukinumab ini dapat membantu pasien meraih skor PASI yang lebih baik, yaitu PASI 90-100. Pada PASI 90-100, kulit pasien psoriasis akan tampak hampir bersih atau bahkan bersih dari plak psoriasis.

Pasien yang menjalani terapi pengobatan dengan Secukinumab juga tidak perlu mengonsumsi obat oral atau menggunakan obat topikal tambahan. Pasien cukup menggunakan pelembap pada kulit sebagai tambahan jika memang menginginkan. Karena itu, biaya per tahun yang harus dikeluarkan oleh pasien psoriasis yang menjalani terapi dengan Secukinumab juga terhitung lebih rendah.

"Yearly cost-nya sangat layak," jelas Milan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA