Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Jangan Anggap Remeh Psoriasis

Senin 21 Aug 2017 06:07 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Esthi Maharani

Psoriasis of palms (illustration)

Psoriasis of palms (illustration)

Foto: En.wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, Psoriasis merupakan penyakit inflamasi autoimun sistemik yang umumnya mempengaruhi kulit. Salah satu ciri khas psoriasis adalah timbulnya plak kemerahan pada kulit yang disertai dengan sisi tebal berwarna putih keperakan.

"(Plak bisa muncul) Di siku, lutut, telapak tangan hingga wajah," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Dharmais dr Danang Tri Wahyudi SpKK(K) dalam diskusi kesehatan bersama Novartis Indonesia di Westin Hotel, Jakarta.

Plak kemerahan dan bersisik yang muncul pada kulit penderita psoriasis biasanya diiringi dengan rasa gatal. Penebalan kulit pada permukaan kulit yang diliputi plak psoriasis juga dapat membuat kemampuan gerak penderita psoriasis terbatas.

"Karena kulit menebal, jadi kaku. Sulit bergerak (pada bagian tubuh yang kulitnya menebal) karena terasa perih," kata Danang.

Danang mengatakan, peradangan yang dialami oleh penderita psoriasis juga tak hanya terbatas pada kulit. Peradangan juga bisa masuk hingga ke pembuluh darah penderita psoriasis. Kondisi ini dapat meingkatkan risiko timbulnya beragam penyakit berbahaya mulai dari penyakit kardiobaskular, diabetes hingga sindrom metabolik.

"Psoriasis memang tidak mematikan. Tapi penyakit komorbiditasnya bisa menyebabkan kematian dan memperberat kualitas hidup," lanjut Danang.

Tak hanya itu, penderita psoriasis juga tak lepas dari risiko gangguan sendi psoriatic arthritis. Danang mengatakan, gangguan ini bersifat irreversible sehingga dapat membuat pasien psoriasis mengalami keterbatasan gerak.

Di samping mempengaruhi kondisi fisik, psoriasis tak jarang mempengaruhi kondisi mental penderita. Pengucilan dan stigma dari masyarakat tak jarang membuat sebagian penderita psoriasis mengalami kecemasan dan depresi. Dalam kondisi yang berat, keinginan bunuh diri pun mungkin timbul pada benak penderita psoriasis.

"Tak sedikit penderita psoriasis ingin bunuh diri," ujar Danang.

Untuk itu, penderita psoriasis harus menjalani terapi pengobatan dengan baik dan mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Meski penyakit ini tidak dapat disembuhkan, terapi pengobatan dapat membantu penderita psoriasis mencapai remisi lebih lama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA