Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Cara Mudah Menghitung Kebutuhan Protein

Jumat 18 Aug 2017 08:47 WIB

Rep: reja irfa widodo/ Red: Esthi Maharani

Protein

Protein

Foto: Blogspot

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Berdasarkan hasil penelitian berbagai ahli nutrisi, protein dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk dan mempertahankan massa otot. Selain itu, asupan protein yang tepat juga membuat seseorang tidak mudah merasa lapar. Kendati begitu, masih banyak orang yang tidak menyadari dan menghitung asupan protein dalam makanan mereka.

Padahal, kelebihan asupan protein dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Biasanya, asupan protein bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan, seperti kacang-kacangan, telur, ikan, daging, dan tahu. Ahli nutrisi dari Universitas New York, Lisa Sasson, menyatakan, sebenarnya ada takaran ideal asupan protein yang dibutuhkan seseorang dalam satu hari.

Sasson menyebutkan, ada rumus sedehana yang dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan protein dalam satu hari. Pertama, hitung berat badan Anda, kemudian dibagi 2,2, dan hasilnya dikalikan 0,8. Namun, jika Anda enggan melakukan hitung-hitungan rumus tersebut, maka Anda bisa menghitungnya dengan berkonsultasi dengan ahli nutrisi di berbagai klinik kesehatan ataupun rumah sakit.

Sasson pun memberi contoh, untuk seseorang dengan berat badan mencapai 150 pound (atau sekitar 68 kilogram), maka dia membutuhkan asupan protein sebanyak 55 gram setiap hari. Namun, jika menilik pola makan yang biasa terbentuk di masyarakat, biasanya asupan protein dalam satu hari akan berlebih. Misalnya, pada saat sarapan, orang tersebut memakan telur dan daging.

Kemudian pada saat makan siang, orang tersebut mengkonsumsi sandwich daging ayam, dan diikuti makan malan dengan kacang-kacangan. Jika dihitung, semua makanan tersebut telah mengandung sekitar 70 gram. Sasson menuturkan, kelebihan asupan protein masih bisa ditoleransi jika tidak terjadi secara rutin atau setiap hari.

''Akan jadi masalah, jika hal tersebut berlangsung secara konsisten dan terus menerus setiap hari. Konsekuensi negatif dari kelebihan protein adalah resiko kelebihan berat badan dan gangguan pencernaan,'' kata Sasson seperti dikutip Business Insider, Selasa (16/8).

Kondisi ini sejalan dengan hasil penelitian terbaru dari Journal of Clinical Nutrition, yang melakukan penelitian terhadap 7000 orang dewasa. Berdasarkan penelitian tersebut, orang yang memiliki asupan protein yang tinggi setiap hari memiliki resiko lebih besar mengalami kelebihan berat badan, dibanding yang asupan proteinnya cukup.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA