Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Jonan: 50 Persen Anggaran ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu 16 Aug 2017 23:04 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) berdialog dengan para santriwati saat berkunjung ke Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/8).

Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) berdialog dengan para santriwati saat berkunjung ke Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/8).

Foto: Antara/Zabur Karuru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan bahwa 50 persen anggaran Kementerian ESDM untuk program kesejahteraan rakyat. Menurut Menteri ESDM, dari pagu anggaran Kementerian ESDM yang sebesar Rp6,5 triliun, lebih dari 50 persen untuk program-program yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat.

Dalam penjelasannya di Jakarta, Rabu (16/8), dia menyatakan hal itu merupakan kali pertama. "Hal ini pertama kali Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran lebih dari 50 persen untuk belanja modal, untuk kesejahteraan masyarakat langsung, misalnya untuk sumur bor, konverter kit, dan jaringan gas kota," kata dia.

Selain itu, dia juga menyebutkan, program lain, misalnya, pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT), seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat atau yang tidak terpusat, pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

Program yang dampaknya dirasakan masyarakat langsung adalah pembangunan sarana air bersih untuk masyarakat sulit air dan tertinggal, pemberian konverter kit untuk nelayan, pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat maupun tidak. Pembahasan final untuk menentukan besaran volume BBM bersubsidi, minyak tanah, minyak solar (gasoil 48), volume LPG 3 kg, dan subsidi listrik selanjutnya akan dilakukan dengan Komisi VII dan Badan Anggaran DPR RI.

"Khusus untuk volume BBM bersubsidi dan minyak tanah tidak banyak berubah dibanding 2017, minyak solar juga kurang lebih sama, antara 14 juta dan 15 juta kiloliter, LPG itu sekitar 7.000.000 ton, subsidi tetap untuk minyak solar atau gasoil 48 itu juga sekitar Rp500 sampai Rp1.000, subsidi listrik juga kurang lebih 52 sampai 56 triliun rupiah," kata Jonan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA