Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Studi: Jumlah Sperma Pria Barat Menurun, Ini Penyebabnya

Selasa 08 Aug 2017 07:49 WIB

Red: Qommarria Rostanti

ilustrasi sperma

ilustrasi sperma

Foto: ABC News

REPUBLIKA.CO.ID, Penelitian terbaru yang dilakukan tim peneliti internasional menemukan hasil mengkhawatirkan bagi para pria di barat. Pasalnya, penerlitian tersebut menunjukkan bahwa jumlah sperma pria-pria di negara barat menurun hingga lebih dari setengahnya dalam 40 tahun terakhir.

Infertilitas merupakan pengalaman menyakitkan dan memilukan bagi pasangan yang menginginkan kehadiran anak dalam kehidupan rumah tangga mereka. Sebagian laki-laki dan perempuan bahkan menjadi frustasi lantaran tak kunjung dikaruniai anak. Masalah ketidaksuburan sering dianggap sebagai masalah perempuan, padahal pria pun bisa mengalami hal itu. Masalah adalah fenomena yang meluas dan terus berlanjut, misalnya saja yang terjadi di negara-negara barat.

Tim peneliti internasional melakukan penelitian yang dilakukan dari 1973 hingga 2011 dan melibatkan 43 ribu pria. Mereka memisahkan data laki-laki yang berasal dari negara-negara di Amerika, Eropa, termasuk Selandia Baru dan Australia. Hasilnya, jumlah sperma laki-laki di negara-negara tersebut menurun setiap tahunnya, bahkan penurunan keseluruhan lebih dari 52 persen.

"Hasilnya cukup mengejutkan," kata ahli epidemiologi dan penulis utama studi dari Universitas Ibrani Yerusalem, Hagai Levine, seperti dilansir dari Washington Times, Senin (7/8) waktu setempat.

Sudah lama diketahui bahwa tingkat kelahiran di barat menurun. Hal ini dipengaruhi oleh faktor budaya seperti individualisme yang meningkat di barat, sibuknya pekerjaan hingga mmebuat waktu untuk keluarga berkurang, hingga tingginya biaya perawatan anak. Namun kini, penelitian tersebut mmebuat publik menyadari bahwa tingkat kelahiran tak hanya dipengaruhi faktor budaya, tetapi juga faktor biologis.

Lantas apa yang menyebabkan penurunan jumlah sperma pria barat selama 40 tahun ini? Hal itu masih misteri. Belum ada yang benar-benar memiliki jawaban pasti. Meski begitu, penelitian menduga hormon yang digunakan untuk kontrasepsi dan alasan lainnya menjadi salah satu penyebab.

Steroid anabolik yang diambil untuk merangsang kekuatan otot dan pertumbuhannya bisa menyebabkan testis mengecil dan akhirnya produksi sperma pun menurun. Penelitian lain menemukan bahwa ponsel juga dapat mengurangi jumlah sperma. Untuk itu, para pria disarankan tidak meletakkan ponsel di saku celana mereka. Rokok, alkohol, dan obesitas juga diperkirakan menyebabkan penurunan jumlah sperma.

Sumber: http://www.washingtontimes.com/news/2017/aug/7/male-sperm-count-drops-dramatically-west/

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA