Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Pemadaman Kebakaran Gambut Kotim Terhambat Sulitnya Air

Rabu 02 Aug 2017 21:25 WIB

Red: Ilham Tirta

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terhambatnya sulitnya mendapatkan air. "Sumber air jauh dari lokasi kebakaran, lahannya gambut, angin kencang, akses jalan menuju lokasi jauh, jalan setapak harus ditempuh dengan berjalan kaki dua hingga tiga kilometer sehingga membawa peralatan selang dan pompa jinjing sangat sulit," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Koim Sutoyo di Sampit, Rabu (2/8).

Sejak Selasa (1/8), tim gabungan memadamkan kebakaran di tiga lokasi di Desa Handil Sohor Sungai Sapihan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan pemadaman kembali dilanjutkan pada Rabu pagi hingga sore. Dia mengungkapkan, hari ini sekitar 40 personel gabungan diturunkan memadamkan api. Namun masih dihadapkan pada banyak kendala.

Rencana tim gabungan akan kembali ke lokasi kebakaran lahan pada Kamis (3/8) pagi untuk memastikan kebakaran sampai benar-benar padam. Berdasarkan pantauan satelit, ada dua titik panas, yakni di Kecamatan Cempaga Hulu dan Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

Berkurangnya intensitas hujan membuat tingkat kerawanan kebakaran lahan makin meningkat. "Keterbatasan peralatan dan personel menjadi kendala di lapangan. Kami juga prihatin dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk turut mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan," kata Sutoyo.

Kapolsek Jaya Karya Ipda Hamdan Samudro mengatakan, kebakaran itu terjadi sejak Sabtu (29/7). Warga sekitar berusaha untuk memadamkan dengan peralatan seadanya namun gagal, sehingga meminta bantuan tim gabungan.

"Lahan yang terbakar tersebut cukup luas dan sangat sulit dijangkau. Jalan poros menuju ke lokasi mencapai lima kilometer. Dari jumlah itu hanya tiga kilometer saja jalan yang bisa dilintasi menggunakan kendaraan bermotor. Sisanya jalan kaki, agar bisa mencapai lokasi tersebut," kata Samudro.

Lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan gambut kosong. Polisi masih menelusuri siapa pemilik lahan tersebut dan terus memantau kondisi di lapangan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA