Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Kiai Ma'ruf: Zikir di Istana untuk Mencari Keberkahan Allah

Selasa 01 Aug 2017 21:09 WIB

Rep: Debbie Sutrisno‎/ Red: Bayu Hermawan

Ketum MUI KH Maruf Amin

Ketum MUI KH Maruf Amin

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyambut baik dzikir kebangsaan yang digelar di halaman Istana Merdeka. Zikir bersama ini diharap bisa membuka semakin luas berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Kiai Ma'ruf Amin mengatakan, Indonesia telah mendapatkan berkah dan rahmat setelah berhasil mendapatkan kemerdekaan yang telah diperjuangkan dalam waktu yang tidak singkat. Rahmat ini semakin terasa bermakna karena Indonesia memiliki dasar negara yang dapat mempersatukan seluruh elemen bangsa, yaitu Pancasila.

"Kita bersyukur karena diberi tanah air Indonesia yang subur dan makmur," kata Ma'ruf Amin, Selasa (1/8).

Ma'ruf Amin menuturkan, malam ini juga dengan menggelar zikir bersama maka kita berharap mendapatkan Himayah, Wiqoyah, dan Ri'ayah. Himayah yang dimaksud adalah agar Indonesia dilindungi dari berbagai malapetaka dan hal lain yang bisa merusak bangsa. Ri'ayah bisa diartikan agar negara ini tetap utuh dan sejahtera.

Selain itu, pemerintah juga berharap Allah senantiasa memberikan Inayah, yaitu pertolongan dari Allah dalam menghadapi berbagai tantangan dari dalam negeri maupun global yang banyak mempengaruhi negara di dunia ini. Kiai Ma'ruf mengatakan, meminta berkah dari Allah sangat penting bagi setiap insan. Sebab, Rasulullah pernah bersabda bahwa, siapa pun dari kamu tidak akan masuk ke surga karena amalan kamu semata, tapi masuk surgra dengan apa yang Allah siramkan dengan rahmatnya kepada kamu.

Dengan pesan ini, kemerdekaan dan segala kemajuan yang didapat negara Indonesia bukan hanya karena perjuangan seluruh rakyatnya saja. Kemerdekaan ini juga didapat karena rahmat dari Allah.

Untuk menjaga kemerdekaan ini tetap berlangsung, maka kita harus meminta agar pintu langit bisa terus terbuka. Dengan dibukanya pintu langit yang memberikan berkah dan rahmat diharap bangsa ini tetap sejahtera, aman dan damai.

"Mudah-mudahan Allah SWT mengabulkan apa yang negara kita inginkan," ujarnya.

Dia juga berharap agar zikir bersama yang pertama kali diadakan di Istana Negara guna menyambut bulan kemerdekaan ini bisa dilakukan setiap Agustus, guna memperingati hari Kemerdekaan yang jatuh setiap 17 Agustus.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA